|
sendiri. Persepsi dari target audience membentuk sebuah brand image.
Sebuah persepsi dapat berubah-ubah, begitupula dengan image. (Alicia
Perry, 2003)
Brand bukanlah logo. Brand bukanlah system dari sebuah co rporate
identity. Brand ukan sebuah produk. Brand adalah intuisi perasaan dari
seseoran g tentang sebuah produk, service, ataupun perusahaan. Branding
memiliki 5 tujuan, yaitu untuk identifikasi, menyampaikan, menghibur,
mengajak, dan membedakan. (Marth y Neumeier, 2006)
2.2.1.2 Teori Logo
Lo go mengidentifikasi sebuah perusahaan atau pro duk melalui penggunaan
tanda , bendera, lambang, atau tanda tangan. Sebuah logo tidak menjual
perusahaan secara langsung atau jaran g menggambarkan bisnis sebuah
perusahaan. Logo merupakan sebuah lambang, artinya hanya sebagai
identitas atau sebuah pengin gat dan tidak dap at menjelaskan sebuah
perusahaan ataupun produk. Singkatnya , arti sebuah lo go lebih penting
daripada penampilan logo tersebut. Lo go mengidentifikasi sebuah
perusahaan atau produk dengan cara yang paling sederhana.
Lo go merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti
tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah,
perkumpulan, produk, negara, lembaga/ organisasi dan hal-hal lainnya
yan g dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai
pengganti dari nama sebenarnya. Sebuah logo harus memiliki filosopi dan
kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat yang berdiri
sendiri atau independen. Logo lebih lazim dan dikenal oleh penglihatan
atau visual dengan tanda warna dan bentuk.
Menurut Miller dan Brown (Anistatia R. Miller and Jared M. Brown,
1998), logo adalah salah satu bentuk iklan yang singkat. Disamping
menjadi tanda pengenal, logo h aruslah membawa pesan yan g besar dalam
ruan g yang sempit.
|