|
Banyak orang percaya brand merupakan gabungan yang h anya terdiri dari
beberapa elemen (warn a , font , logo , slogan dan juga musik). Pada
kenyataannya , brand jauh lebih rumit dari itu . Brand dapat disebu t
sebagai 'citra perusahaan'. Ide dan konsep mendasar dari sebuah citra
perusahan adalah segala sesuatu yang dimiliki dan diproduksi oleh sebuah
perusahaan harus mencerminkan nilai-nilai dan tujuan bisnis secara
keseluruhan sebagai suatu kesatuan.
Sebagai kompetisi yang menciptakan pilihan yang tak terbatas, sebuah
perusahaan mencari cara agar dapat tersambung secara emosional dengan
customer mereka, menjadi tidak tergantikan, dan menciptakan hubungan
yang dapat bertahan sepanjang hidup. Sebuah brand yang kuat dapat
menonjol ditengah pasar yang pad at dan ramai. Orang jatuh cinta d an
percaya dengan keunggulan brand tersebut. (Alina Wheeler, 2009)
Sebuah brand adalah janji diantara sebuah hubungan den gan garansi dari
sebuah kualitas. Brand mengatur hubungan diantara sebuah perusahaan
dan target audience dari perusahaan itu sendiri.
Sebuah brand yang kuat
berbeda dengan brand lainnya, memiliki sesuatu yang lebih disukai
daripada brand lainnya, d an memiliki harga yang lebih tinggi dibandingk an
kompetitor.
Tanpa identitas yang kuat, sebuah gambar tidaklah berarti. Id entitas
terbentuk dari elemen-elemen yan g terkontrol dari sebuah perusahaan,
produk, ataupun brand service, seperti essence, positioning, nama brand,
tagline, logo, pesan, dan pengalaman.
Setelah identitas terbentuk, sebuah perusahaan mencoba untuk
membangun brand melalui aktivitas marketing seperti periklanan, public
relation, dan promosi-promosi untuk menangkap perhatian dari target
audience yang diharapkan.
Brand image adalah kumpulan dari besarnya p ersepsi yang tidak dapat
dikontrol dari brand itu sendiri sebagai kekuatan dan kelemahan, positif
dan negative. Persepsi-persepsi tersebut tebetuk dari waktu ke waktu
melewati pengalaman langsun g maupun tidak langsung dengan brand itu
|