![]() dongeng tersebut terletak dari transisi antar tiap shot nya, dimana pengemasan
tra nsisi yang bersa mbung memiliki keunikannya sendiri. Setiap transisi yang
dihasilkan bukan sekedar fade to blac k atau fade in/out. Setiap transisinya mampu
menyuguhkan kelanjutan cerita yang akan dibawakan selanjutnya.
Gambar 2.19 Mirror Mirror opening sequence
Selain itu, pe nerapa n narasi pun mampu mengesankan suatu cerita te rse but
Gambar 2.20 Tales of Three Brother
merupa kan suatu refleksi dari struktur peristiwa kehidupan nyata. Sehingga terbentuk
suatu anggapan bahwa hal terse but adala h ril.
Untuk konse p pemilihan kata dan penentuan emosi seperti apa yang akan
ditampilkan dalam film pendek ini, penulis juga melakukan riset pada bebe rapa film
buatan Wong Fu Production. Wong
Fu Production sendiri sudah memiliki nama
tersendiri da lam pembuatan produksi film di Amerika dan sudah menjadi salah satu
Youtube Artist dengan karya karya film pendeknya. Film pendek yang penulis
analisis adalah film pendek yang berjudul Shell dan When Five Fell. Gaya
penceritaannya c enderung terkesan lambat namun tidak menggunakan narasi namun
mampu mengekspresikan suatu emosi yang kuat di dalamnya. Terdapat monolog
pada tiap karakternya yang menginspirasi penulis da lam penulisan naskahnya.
Pada film pende k When Five Fell, menceritakan ba gaimana lima benda yang
sering digunakan oleh seorang gadis dan bercerita bagaimana benda te rse but
memiliki kesan serta perasaan tersendiri terhadap gadis itu. Benda benda te rsebut
diibaratkan sebagai seseorang yang hidup dan nyata. Benda benda itu antara lain
adala h kacamata, telepon, paying, scarf dan sebuah mug. Mereka mengisahkan
kisahnya ma sing masing, bagi kacama ta ia paling beruntung karena sang gadis
|