![]() melihat dari c ara pandangnya hingga suatu ketika ia tergantikan oleh sebuah lensa
kontak. Telepon mengisa hkan bahwa ia adalah yang paling beruntung karena gadis
tersebut seolah berce rita pada dirinya, namun sayangnya ternyata kata kata tersebut
disampaikan untuk seseorang yang lain. Payung mengatakan hal yang berbeda, gadis
tersebut se lalu menggenggamnya e rat seolah tak mau melepaskannya dan tak ada
yang dapat me nggantikannya. Sebuah scarf memiliki kisah yang lainnya, ia mera sa
ia sa ngat dekat, ia selalu dekat dengannya, namun ada kalanya gadis tersebut
meninggalkannya, yang tersisa hanyalah bau si ga dis. Terakhir, sebuah mug gelas
berkisah, gadis ini adalah ciuman pertamanya, dalam malam yang dingin. Ia mera sa
bahwa ia ada lah yang paling utama, namun ia selalu bertanya apakah ia satu
satunya. Ia bukan lah satu satunya, ada seorang pria yang dimiliki si
gadis yang
menciumnya juga.
Gambar 2.21 When Five Fell
Berbeda halnya dengan yang dikisahkan dalam film pendek Shell. Sebuah
c angka ng ke rang diibaratkan mampu menyimpan sebuah kenangan, kenangan yang
hampir terlupa. Sebuah ke nangan yang seolah diciptakan dan hampir menyamai
dengan sebuah realitas. Imajinasi sebuah perasaan yang perlahan terbentuk me njadi
suatu ingatan yang se olah nampak nyata dan pernah terjadi. Sama halnya ketika
mendengarkan sebuah cangkang kera ng, seolah mengisyaratkan bahwa suara laut
yang tertangka p dalam cangkang tersebut. Membayangkan sebuah laut seolah berada
dalam pikiran imajiner dan mera sakan seolah semuanya itu nyata. Hal ini sama
seperti yang dilakukan ole h se orang pria te rhadap teman wanitanya dalam film
pendek Shell, ia memvisualisasikan apa yang terjadi dalam imajinasinya, bagaimana
kedeka tan mereka berdua dan bagaima na mereka memadu kasihnya. Hingga gadis
tersebut pun ma mpu mengimajinasikan dan me nerimanya sebaga i salah satu bentuk
kenyataannya .
Gambar 2.22 Shell
|