|
22
Hal
ini
akan
mengurangi
permintaan
likuiditas,
biaya
transaksi,
dan
resiko
yang
timbul dalam proses penyelesaian transaksi.
Proses
berikutnya
adalah
proses
penyelesaian transaksi
efek
(settlement).
Penyelesaian
transaksi efek
melibatkan pemenuhan kewajiban penyelesaian transaksi
dengan
cara
penyerahan efek
dari
penjual
ke
pembeli
dan
penyerahan dana
dari
pembeli ke
penjual. Penyerahan efek dan
dana
ini
dapat dilakukan secara bersamaan
atau
dalam
waktu
yang
berbeda.
Hal
yang
sangat
perlu
diperhatikan
dalam
proses
penyelesaian transaksi adalah proses
pengawasan yang
menjamin
bahwa penyerahan
efek
hanya dilakukan jika dan
hanya jika dana
telah diserahkan. Penyelesaian
transaksi
dengan
sistem
penyerahan
efek
terhadap
pembayaran
(delivery versus
payment atau DVP) akan
menjamin kedua pihak yang
melakukan transaksi tidak akan
mengalami
kerugian
dalam
proses
penyelesaian
transaksi.
Dengan
kata
lain,
sistem
DVP
mencegah
salah
satu
pihak
untuk
melaksanakan
pembayaran
atau
penyerahan
final
kecuali
kalau
akan
menerima
haknya.
Penyelesaian transaksi
non-DVP
melibatkan penyerahan efek
dan
dana
yang
terpisah dengan kemungkinan menderita
kerugian
jika
salah
satu
pihak
tidak
melaksanakan kewajibannya dalam
proses
penyelesaian transaksi.
2.3 Resiko-resiko
dalam
Proses
Penyelesaian Transaksi
Lembaga kliring
dan
lembaga penyelesaian
transaksi
harus
memperhatikan arus
transaksi
dan
resiko-resiko
yang
mungkin
timbul
dalam
proses
penyelesaian
transaksi.
Pada dasarnya
ada tiga macam
resiko dalam proses kliring dan
|