Home Start Back Next End
  
23
penyelesaian
transaksi
yaitu:
resiko
kredit
(credit
risk),
resiko
likuiditas
(liquidity
risk), dan resiko operasional (operational
risk).
Resiko
kredit 
adalah
resiko
dimana pihak
lawan
tidak
akan
menyelesaikan
kewajibannya secara
penuh
baik
saat
jatuh
tempo
maupun
pada
waktu
yang
akan
datang.
Resiko
kredit
dapat
dibagi
menjadi dua,
yaitu:
resiko
biaya
pengganti
(replacement  cost
risk)
dan
resiko
pokok
(principal 
risk).
Replacement 
cost
risk
adalah 
resiko 
tidak 
diperolehnya 
keuntungan 
seperti 
yang 
diharapkan 
akibat
terjadinya
kegagalan
penyelesaian
transaksi
efek.
Sedangkan
resiko 
pokok 
adalah
kerugian
yang
diderita
akibat
adanya
perbedaan
waktu
antara
pembayaran dan
penyerahan
efek
atau
dengan
kata
lain
tidak
adanya
penyerahan efek
terhadap
pembayaran (DVP).
Resiko
likuiditas 
adalah
resiko
dimana pihak
lawan
tidak
memenuhi
kewajibannya secara penuh pada waktu
yang telah ditentukan, dan kewajiban tersebut
akan dipenuhi
pada waktu
yang akan datang.
Terjadinya resiko kredit dan
likuiditas
dapat
menimbulkan apa yang disebut dengan resiko sistematis
(systemic
risk).
Resiko
sistematis 
adalah
resiko
kegagalan
suatu
institusi
untuk
memenuhi
kewajibannya
pada 
saat 
jatuh 
tempo 
dan 
akan 
menyebabkan 
kegagalan 
institusi 
lain 
untuk
memenuhi kewajibannya.
Resiko
operasional
adalah
resiko
terjadinya keterlambatan proses
penyelesaian
transaksi, transaksi
yang
tidak
tercatat,
catatan
transaksi yang
tertukar
atau
rusak,
gangguan
komunikasi
dan
listrik,
atau
masalah-masalah operasional
lainnya
yang
mengganggu jalannya proses kliring dan penyelesaian transaksi (settlement).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter