Home Start Back Next End
  
25
Biaya
imobilisasi
atau
dematrialisasi antara
lain
tergantung
pada
jumlah,
jenis,
dan
distribusi
warkat
efek
dalam
pasar,
kerangka
kerja
hukum
yang
berlaku,
serta
sikap
dari
investor
dan
emiten.
Sertifikat fisik
dalam
jumlah
besar
yang
belum
diselesaikan
yang
berasal
dari
berbagai
emiten
akan
menghalangi
upaya
penerapan
dematrialisasi efek dalam jangka pendek. Konsentrasi dari kepemilikan dalam tangan
sejumlah
kecil
investor
akan
memudahkan usaha
imobilisasi
atau
dematrialisasi.
Sekuritas
dengan
pembatasan
kepemilikan,
ketidakleluasaan pada
nama
calon
registrasi,
atau
efek
yang
membutuhkan kustodi
khusus
akan
sulit
dilakukan
imobilisasi
atau
dematrialisasi bila
dipandang
dari
sudut
hukum
dan
biaya.
Sebagai
contoh,
jika
efek
harus
dipegang oleh
lembaga
kliring
atas
nama
masing-masing
pemilik
dengan
menganut
asas
Kepemilikan Manfaat
(beneficial
owner)
maka
diperlukan
struktur serta
sistem rekening kustodi
yang kompleks. Pada
sisi
yang
lain,
menyimpan
sekuritas
dalam
lembaga
depositori
dengan
menggunakan asas
kesepadanan akan menimbulkan perhatian pada proteksi investor.
Sikap
kritis
investor
dan
emiten
terhadap
sistem
imobilisasi dan
dematrialisasi
juga
perlu
diperhatikan.
Jika
emiten
bermaksud
menerbitkan
sertifikat
efek
global
atau
jumbo,
upaya
imobilisasi akan
lebih
mudah
dan
transisi
ke
bentuk
efek
dematrialisasi
tidak
begitu
menjadi
masalah.
Tetapi
bagaimanapun juga
tetap
ada
beberapa
investor
yang
lebih
suka
untuk
menyimpan efek dalam bentuk
fisik. Sikap
investor
yang
demikian
akan
menjadi
halangan
dalam
penerapan sistem
imobilisasi
atau dematrialisasi.
Aspek
hukum
juga
memegang peranan
yang
penting
dalam
penerapan
upaya
imobilisasi
atau
dematrialisasi
efek
sama
halnya
dengan
aspek-sapek
lain
seperti
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter