|
31
2.3.3
Konsep Six Sigma Motorola
Pada dasarnya pelanggan akan puas
apabila
mereka
menerima
nilai
sebagaimana yang mereka harapkan
(Gasperz,2002).
Apabila
produk
(barang
dan/atau
jasa)
diproses
pada
tingkat kualitas
Six
Sigma,
perusahaan
boleh
mengharapkan
3,4
kegagalan
per
sejuta kesempatan
(Defect
Per
Million
Opportunity/DPMO) atau mengharapkan bahwa 99,99966 persen dari apa yang
diharapkan pelanggan akan ada dalam produk
itu.
Dengan demikian Six Sigma dapat
dijadikan
ukuran
target
kinerja
system industri
tentang
bagaimana
baiknya
suatu
proses transaksi produk antara pemasok
(industri) dan pelanggan (pasar). Semakin
tinggi target sigma yang dicapai, kinerja system industri akan semakin baik. Sehingga
Six Sigma otomatis akan lebih baik dari Four Sigma, Four Sigma akan lebih baik dari
Three
Sigma.
Six
Sigma
juga
dapat
dianggap
sebagai
strategi terobosan
yang
memungkinkan
perusahaan
melakukan
peningkatan luar biasa (dramatic) di tingkat
bawah.
Six
Sigma
juga
dapat
dipandang
sebagai
pengendalian
proses
industri
berfokus pada pelanggan, melalui penekanan pada kemampuan proses (process
capability).
2.3.4 Karakteristik Six Sigma
Terdapat beberapa hal yang dapat mencirikan
Six
Sigma
(Anonim,2002),
diantaranya adalah:
1. Metode peningkatan kualitas
yang dapat diaplikasikan di segala bidang,
diantaranya Design, manufacturing, Sales, Service, dll.
|