|
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Kualitas
2.1.1
Pengertian Kualitas
Ketika
istilah
kualitas digunakan,
maka biasanya kita
hanya akan berpikir
tentang
kesempurnaan
dari
suatu
produk
ataupun jasa yang melewati dari apa yang
kita harapkan. Harapan-harapan ini
berdasarkan tingkat kegunaan dan harga
penjualan.
Sebagai
contoh,
seorang konsumen
mengharapkan
kemampuan
yang
berbeda dari computer
yang prosessor-nya pentium 4 dengan pentium 2 karena kedua
computer
tersebut
berada
pada
kelas
yang berbeda.
Ketika
suatu
produk
atau
jasa
melewati atau melebihi dari apa yang kita harapkan maka kita harus
mempertimbangkan kualitas tersebut. Dengan demikian,
ini
merupakan sesuatu
yang
tidak dapat dinyatakan secara jelas berdasarkan persepsi.
Kata
kualitas
memiliki
banyak
definisi
yang
berbeda
dan
bervariasi
dari
yang konvensional sampai yang lebih strategic (Gasperz,2001). Definisi konvensional
dari kualitas biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk
seperti: kinerja (performance), keandalan (reliability), mudah dalam penggunaan
(ease of use), estetika (esthetics), dan sebagainya. Sedangkan menurut definisi yang
strategic
menyatakan bahwa: kualitas adalah segala sesuatu
yang
mampu
memenuhu
keinginan atau kebutuhan pelanggan (meeting the needs of custmers).
15
|