|
BAB 2
LANDASAN
TEORI
2.1
Pengukuran kinerja
Pengukuran
dalam
penelitian
terdiri
dari
pemberian
angka
pada
peristiwa-peristiwa
empiris
sesuai
dengan
aturan
tertentu
(Cooper dan
Emory,
1996,
p151).
Definisi ini
menyatakan bahwa pengukuran merupakan proses yang terdiri dari tiga bagian yaitu:
1.
Memilih peristiwa empiris yang dapat diamati
2.
Memakai angka atau simbol untuk mewakili aspek-aspek peristiwa-peristiwa tersebut
3.
Menerapkan aturan pemetaan untuk menghubungkan pengamatan kepada simbol.
Untuk
menghasilkan pengukuran yang objektif harus disusun suatu sistem
pengukuran yang baik dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.
Sistem pengukuran harus berjalan sesuai dengan tujuan organisasi secara keseluruhan
2.
Kesalahan pengukuran sedapat mungkin
harus dihindari karena selain
mengakibatkan
pemimpin seolah mengambil keputusan, juga mengakibatkan ketidakpuasan bawahan
3.
Sistem
pengukuran
harus
mempertimbangkan
akibat
yang
sedapat
mungkin
timbul
pada individu yang dievaluasi.
Manfaat pengukuran kinerja adalah :
1.
Menelusuri kinerja
terhadap
harapan pelanggan sehingga akan
membawa perusahaan
lebih
dekat
pada
pelanggannya dan
membuat
seluruh orang dalam organisasi
terlibat
dalam upaya memberi kepuasan kepada pelanggan
|