Home Start Back Next End
  
9
mempengaruhi peracik atau
pembuat
jamu
yang
merupakan penduduk
lokal suatu
daerah,
dan
memberi
warna
tersendiri
bagi
tiap
suku
dalam
menyiapkan obat
tradisional yang digunakan.
1.      Etnis Tonsea Minahasa
(Sulawesi)
Diracik dengan cara
yang sangat sederhana,
yaitu berupa ramuan segar daun,
tanaman
obat
yang
dikeringkan, bentuk
rebusan,
dan
obat
tradisional
untuk
mandi.
Tetapi,
yang
menarik
dari
etnis
Tonsea
Minahasa
adanya
peralatan
yang unik, yaitu "preparat asap" dan "preparat uap".
2.      Etnis Bali
Pada umumnya,
masyarakat di
Bali percaya bahwa penyakit disebabkan oleh
dua
faktor,
yaitu
faktor
sekala
(penyakit
yang
tampak)
serta
faktor
niskala
(penyakit yang tidak tampak). Upaya pengobatan tradisional dan ramuan obat
seperti
tertulis
dalam
berbagai
rontal.
Ramuan
tradisional di
Bali
diracik
dengan
cara
yang
sederhana, baik
tanaman
obat
diiris-iris tipis,
kemudian
ditempelkan di
tempat
yang
sakit
atau
digiling
halus,
kemudian ditempel
di
tempat
yang
sakit
atau
diaduk
dalam air
mendidih, direbus,
diperas,
bahkan
ada beberapa tanaman obat yang dikonsumsi sebagai lalapan.
3.      Etnis Jawa
Meramu
jamu
sampai
pada
pengolahan jamu
umumnya
dilakukan
oleh
"dukun".
Kebiasaan
minum
jamu bagi
masyarakat Jawa
berlaku
bagi
semua
golongan
usia.
Cara
meraciknya yaitu
dengan
cara
dipipis,
diperas,
ataupun
direbus/digodok.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter