|
23
trend
di rr,.asa depan.
Solusi
ya.'l.g lebih
baik
adaiah
pcgawai
intemal
dididik
sebaJk
bmknya dcmi masa
dep:m sehingga
kcahlian yang
tepat
dapat
dihcntuk
dalam
pemsahB;m sendiri.
Keempal
perspcktif
di
atas
ha.TUs dlle;rj::mahkB11
ke
da1:am
mauiks
dan
pengukurnJl yang
berllubungan
Jengan
pcnillli£111-penrlaian
situas:iyang ada
Penilaian
L"li
hams
diulan.g-ulang
secara
pcricdik
dan
dibandingka.n
dcngan
tuju_an-tuju&<
ym1g telah
ditetapkan
sebclumnya.
Selain
itu,
keempat pcrs:ektifhartlS
saling
me.rm!iki
ket
rkaitan
s.a1u
dcngan y&rg
lainnya, yang dikcna.1 dengru1hubu,_"'1gan sebab
skihat_
ll.3.2. H11vbut11gan Sebab
Aki©a1
Menurut
Kaplarr, ct
aL (2000), «Hublli"'1gaLt scbah-aklb.at dapat dinyatakan dengan
sua!u urutan
pertanyaan
jika.-maka... Sistem
penguk...ura.'l. harus
mcngidentifikasi
dan
mcmhnat
eksplisit
urutan
htpotcsis
tentang
hubunga.n sebab-akibru: rmtara
ukuran
hasii
dengan faktor pendomng kinerja.nya." (h.130)
Scdanglmn
pernyataa.."'l
Mu!yr.d1
(200
l)
mengenai
hu.bungan
sebab-akibat
"Jialanced Swrecard
mcwajibkan
personel
nntuk .membangun sebuah hubungan sebab
akibat
di
antara
herhagai
sasaran
strategik yang
difh.asilkan
d.alam
"J)ijrencans.an strategik.
Seti.ap
sa.sarnn
stnrtegik
yang dihaqilkan
dalam
peL:>.pe_ktif non
keuangan
hams
mempunyall hlllbungan
klausal
dengan
sasaran
kcuangan,
baik
secara
larn.gsung
maupun
tidak
l<!"..rrgsung." (h.20)
M:engacu
kcpada
Grembergen,
el
a!..
(2000),
hubungan sebab
akibat
sangatlah
peniing
d.alam
membangun
Balanced Scorecard
karena
peneraparmya
dapm:
n:cnghubungkan
d&"1
memper,Jclas
tujuan
strategis
perusahrum
Hubungan sebab
akibat
akac'l.
menjclaskan
scorecard secara 1-c:::s;::hm.ilim.ll, seperti pada garob.ar fL7.
berik---ut ini.
|