|
42
Rumusnya: h(n)=
b*max
(abs(n.
x- tujuan. x, abs(n.
y- tujuan.
y))
3.
Straightline
distance
adalah
heuristic
yang
digunakan
bila
aplikasinya
memiliki arah penggerakan mengunakan sudut
Rumusnya: h(n)
=
>i(n. x-tujuan. x) ²+(n.
y-tujuan. y)
2
4.
Breaking
ties
adalah
heuristic
yang
menggunakan
suatu
perkalian
silang
antara
vector
dari
titik
awal
dengan
vector
titik
tujuan.
Heuristic
ini
digunakan untuk
menentukan
rute
mana
yang akan
dieksplorasi
lebih
lanjut
bila
aplikasi
memilik
rute-
rute
dengan kemungkinan
yang
sama
dalam
mencapai
titik
tujuan.
Rumusnya
vector
cross
product=
abs((dxl
*dy2)-(dx2*dyl))*O. 001
Dimana: dx
I= posisi
x
dari
titik
sekarang - posisi x dari
titik
tujuan.
dy
1=posisi y dari
titik
sekarang - posisi y dari
titik
tujuan
dx2= posist
x
dari
titik
awal
-
posisi
x
dari
titik
tujuan.
dy2= posisi y dari
titik
awal
-
posisi
x
dari
titik
tujuan.
2.4.3. Algoritma Dijkstra
Algoritma
Dijkstra
ada!ah
algoritma
yang
berbasis
grafik
berbobot
atau
biaya
dima
.
n
.
a
jarak
antara
2
titiknya
diberikan
dalam
grafiknya
bisa
tersusun
dari
bidang-
bidang
persegi
panjang
ataupun
banyak
segi. algoritma Dijkstra
pertarna
kali
dipublikasikan tahun
1959
oleh
E.
W.
Dijkstra dalam
karya
ilmialmya
yang
berjudul
"A
Note
on
Two
Problems in
Connections With
Graph
".
Algoritma Dijkstra
melakukan
pemeriksaan
ke
segala
arah
karena
algoritma
ini tidak
memiliki
cukup
informasi
atas
|