|
27
Jika
perioda
pemeriksaan
yang
dialac-ni
o:eh seorang
pemeriksa telah berlangsung
cukup
lama ternyata
kernampuan
melacak
caeat
yang dimiliki
oleh pemeriksa
merupakan
fungsi dari waktu (Drury, C.G. &
Fox, J.G, 1985,
pl2).
Ada
dua
kee1ungkinan
yang
terjadi
dalam
pemeriksaan
yaittl
gaga!
untuk
melacak adanya
cacat
dan
kemungk'nan kedua adalah kesa!ahan
menangkap isyarat
dan
menyatakannya sebagai
cacat
(false
alarm)
Terjadinya
kedua
jenis
kesalahan
ini
disebabkan
pada
sistem
syaraf
manusia terbentuk
dua
distribusi
kegiatan,
yaitu
berl:c:bungan dengan kemungkinan
untuk
menerima
suatu
produk
(Pa) dan !ainnya
berhubungan dengan kemungkinan untuk
menolak produk
yang diperiksa (Pb).
Tingkat
I
pemisahan kedua
distribusi
ini
merupakan ukuran kepekaan pemeriksa
(dinyatakan
dengan d'). kepekaan
ini ditentukan
oleh
latihan
untuk
membedakan
isyarat
yang
menyatakan cacat
dan
tidak caeat
serta
kemungkinan
cacat
tersebut
muncul, di samping
faktor kondisi tempat yang memperhatikan segi ergonomis.
Kedua
distribusi
tersebut
dihipotesakan
akan
berpotongan
dan
oleh
sebab
itu
perlu
dinyatakan
"tingkat
kriteria"
sebagai
batas
antara
penerimaan dan
penolakan
sehingga
terjadi
dua
jenis
kesalahan
yang
telacf) disebutkan
di
atas.
Hal
ini
dapat
dijelaskan
melaiui Gambar 2.7.
"Tingkat
kriteria"
dinyatakan
dengan
sebuah
ukura11
yang
disebut
likelihood
ratio, ya:1g berhubungan dengan
ongkos
re!atif
atau
resiko
yang dita.'lggung
atas
penga;nbitan
setiap
keputusan.
Likelihood
ratio
ini
mirip
dengan
Teori Permainan
(game
themy)
yang
mempunyai tujuan
mengurangi
resiko
serendah-rendahnya
dac'l
rnendapatkan keuntungan setinggi-tingginya.
|