|
32
cacat (kesalahan
tipe
J) dan
kedua
adalah
menge!ompokkan
produk
jelek sebagai
produk
balk (kesalahan
tipe
2). Misalkan
:
E1
=
kejadian
mengelompokkan
produk
baik
sebagai
produk
cacaL
E2
""
kejadian
mengelompokkan
produk
cacat
sebagai
produk
baik.
A kejadian
suatu
produk
dikelompokkan sebagai
produk
balk.
B
=
kejadian suatu
produk
dikelompokkan
sebagai
produk
cacat
Maka
kemungkinan
terjadinya
sebuah
produk
diklasifikasikan
sebagai
produk
cacat
adalah:
P(B)
·
P(A).P(Bz) +
P(A).P(E,) . ....
.... ..
. .. .. . .... . ..
.
. . ...(2.3)
. . ...(2.3)
danjika:
p = P(A),
persentase
produk
msak
sebenarnya.
pe = P(B), persentase
produk
yang
dianggap
rusak.
e1 = P(B1
),
kemungkinan
terjadinya
E
1
.
e2
=
P(E2
),
kemungkinan
terjadinya
E2
.
Dengan
demikian
persentase
produk
yang
dianggap
rusak
dapat
ditulis :
pe
=
p(l-e2) ·" (l··p)e1 ..............................................................................(2.4)
nilai
pe
ir,iiah yang
seharusnya
diperhltungkan
dalam
berbagai
pengukuran kinerja
pemeriksaan
yang biasa dilak:ukan
dengan
menggum1.lcan
kurva Karakteristik
Operasi
(operating
Characteristic!
OC),
k:urva kualitas
rata-rata lot di
!uar
sampe!
(Average
outgoing Quality I AOQ)
maupun
k:urva rata-rata
total
produk
yang
diperiksa.
(Average
Total
Inspection I A11).
Dengan
asumsi
pemeriksaan sempurna maka
kemungkinan
satu
lot
diterima
untuk
pemeriksaan
dengan
pengembaiian adalah
:
|