|
_
c
[n
c
Pa
=
2:
x=O
l
®n
x
J
p'(l-·p
33
tx ..... .
.
. .
.. .............
(2.5)
Sedangkan pada pemeriksaan
tanpa pengembalian,
kemungkinan
suatu lot
dite:-ima jika
diasumsikan
pemeriksa
sempurr.a
akan
mernbentuk
suatu
distribusi
kemungkinan hypergeometri
yang dapat
ditulis sebagai
berikut
:
rMj
rN-:Vi
1
Lx
J
l
n-m
J
............................................................(2.6)
dengan:
M
=
jumlah
produk
jelek
'
dalam
lot=
N.p
m
=
jumlah
produk
jelek daiam sa:npel
=
rr.
p
Hubungan antara
Pa
sebagai
fungsi dari
kualitas lot
(p), membentuk
kurva
'operating
characteristic'.
Jika te:·dapat
kesalahan
periksa maka kemungkinan
penerimaan
satu lot d2,pat
dihitung seperti di
atas,
rramun nilai p diganti dengan pe, sehingga :
I
x
n-x
Pae -
x
xJ
pe
(
1-pe)
...................................(.2.7)
sedangkan
pada kasus pemeriksruu1 dengan
pengembalian
maka
jurn!ah
produk
je!ek
dalarn lot
menjadi : M =
N
.
pe dan
produk
jelek dalam sampel
meojadi
:
m
=
n
.
pe.
Cnur,bar
2.8
memperlihatkan
perbedaan kurva
OC
yang
terbentuk
jika
diketahui
kombinasi
kesalahan
periksa
(e ,ez)
dengan
rencana
uji
petik
tunggal adalah
N
4.000,
n =!50
dan c = 5.
Da:i
gambar
ini
ter!ihat bahwa
nilai
p
kecil,
yang
bernrti
perusahaan
menginginkao kemungkinan
lot
diterima
besar,
temyata Pan < Pa
seliingga
hal
ini tidak
|