|
37
c
jumlah penerimaan, jumlah maksimum barang rusak
yang
masih diijinkan
dalam
satu
sampel
berukuran n.
p
=
persentase kerusakan di dalam
lot
sebesar M/N sedangkan di dalam sampel
sebesar
rlliL
p' = perseGtase rata-rata produk rusak
yang
se!:mnarnya.
p -·
persentase rata-rata produk
rusak di dalam
sampel.
Pa
=
probabilitas penerimaan.
=
resiko
k.onsumen yaitu
probabilitas penerimaan produk pada
kondisi kuali
tas
yang
tidak
baik.
Dalam hal
ini
nilai
Pa
pada
kondisi
kualitas tertentu.
a -
resiko
produsen
yaitu
probabilitas penolakan
produk pada
kondisi
kuali
-
tas
yang
sebenarnya baik.
a =
1 -Pa pada
kondisi
ktralitas
tertentu
2.3.1
Uji Petik
Tunggal
(Penerimaan Sampling Atribut Lot By
Lot)
Prosedur
yang
umum
dilakukan pada
uji
petik
penerimaan (acceptance
sampling)
adalah
mengamati
setiap
lot
secara
terpisah
dan
menetapkan
keputusan
untuk
menerima atau menolak
satu lot berdasarkan
pemeriksaan
pada satu atau lebih sampel
.
yang dipilih secara acak dari lot. Jika pemeriksaan
hanya dilakukan
pada satu sampel
maka sistem uji
petik penerimaan
ini
disebut
sebagai
rencana uji petik
tunggal (single
srtmpling plan).
Setiap
rencana
uji
petik
tunggal
memHiki
tiga
besaran,
masing-masing dengan
simbo!N,
n,
dan
c
(penjelasan arti
simbcl
seperti dijelaskan
pacta sub bab
sebelum
ini).
Contoh rencana
uji
petik
turtggal
seperti
di
bawah
ini :
N=SO
;
n=S
c=O
|