|
40
penerimaan
c,
dibandingkan
k:urva
OC
rencana
sampling
yang
didefinisikan
dengan
besarnya sampel
n,
ukuran
lot
N1
(N1>N)
dan angka
penerimaan
c
maka
perbedaannya
dapat diabaikan,
bila besarnya
sampe! adalah kecil
dibandingkan ukuran
lot.
Oleh
karena
itu
rencana sampling
tunggai
sekarang
akan
didefinisikan
hanya
dengan
du2.
variabel, besarnya sampel n dan angka penerimaan c.
Prosedur sampling tunggal dapat dipandang dari sudut
lain.
Dengan
mengambil
sampel
sebesar
n
dan
melihat
jumlah
cacat
yang ada
sebanyak
d,
pengguna
pada
dasarnya
akan
memperkirakan
persentase
cacat (percentage
defective) atau
p
=
din
mempakan
estim.asi
kualitas
lot p'.
Suatu
lot ditolak bila
estimasi
ini
cukup
tinggi
atau
jika
p
>
c/n.
Karen a
itu prosedur
aka11 se!alu
mengatakan
untuk
menolak suatu
lot
jika
jum!ah eacat d lebih besar dari c dalam sampel
sebesar n adalah ekivalen
untuk
meno!ak
suatu
lot jia persentase cacat estimasi, din= p ada!ah !ebih besar dari c/n
=
p.
2.3.2
Ongkos Kualitas
Setiap
pemsahaan tentu
melaksanakan berbagai
cara
pengendalian keuangan
yang
berupa
analisa
perbandingan
antara
biaya-biaya
sebenarnya
dengan
biaya-biaya
yang dianggarkan.
Dan
tugas
ini
biasanya
dilakukan oleh
suatu
depa..rtemen
atau
fungsi
organisasi
tertentu.
Namun
pada
pengendalian
keuangan
yang
dilakukan
selama
ini
belum
banyak
terlihat
usaha
langsung
untuk
memperhitungkan
ongkos-ongkos
kualitas.
Ada
beberapa alasan
yang
mendasari
ongkos-ongkos
kualitas
seharusnya
dilibatkan
langsung dalam perusahaan, antara lain :
1. Bertambahnya
ongkos kualitas
yang
diakibatkan
c!eh
meningkatnya kompleksitas
produk-produk yang diproduksi sehubungan dengan kemajuan tek:nologi.
|