|
52
strategi
yang
mendukung
perusahaan.
Selanjutnya dari strategi-strategi yang ada
perusahaan
menentukan
sasaran
strategis
yang telah dikategorikan
kedalam masing-
masing
perspektif
IT
Balanced Scorecard,
sasaran-sasaran
strategis
ini
digambarkan
kedalam hubungan
sebab-akibat
dalam suatu
diagram yang
disebut
dengan
peta
strategi
yang
menggambarkan
hubungan
antara
sasaran
strategis
satu
dengan
yang
lain yang saling mendukung untuk mencapai sasaran bisnis perusahaan.
Masing-masing
sasaran
strategis
memiliki
KPI dan
indikator
pengukurannya
dan
perusahaan
perlu
menentukan
target dari
masing-masing
KPI
dimana
target
ini
merupakan
sasaran
yang
harus
dicapai
perusahaan
untuk
KPI yang
bersangkutan
dalam jangka waktu tertentu. Target ini kemudian dibandingkan dengan realisasi atau
kenyataan
pencapaian
setelah
jangka
waktu tertentu,
apakah
perusahaan
mencapai
sasaran atau tidak.
Pencapaian sasaran
dapat
dilihat
apabila
realisasi
yang
diraih
berada sama dengan atau diatas target yang ditentukan.
2.10 Maturity Model
Terhadap Implementasi IT BSC
Grembergen
dan
Haes
(2009:116)
mengusulkan
maturity
model
atau
model
pengukuran
kedewasaan
untuk
implementasi
IT
Balanced
Scorecard pada
perusahaan.
Model
kedewasaan
ini
mengadopsi
model
Capability
Maturity
Model
atau dikenal dengan singkatan
CMM dimana
merupakan
metode yang digunakan di
berbagai
perusahaan
untuk
meningkatkan kedewasaan
proses
dalam
perusahaan
khususnya
dalam
bidang
software
engineering. (Keyes,
Jessica,
2005,
157).
CMM
pertama
kali
diperkenalkan
oleh
Software
Engineering Institute
(SEI)
dari
Carniege
Mellon University.
|