|
21
21
2.4.1 Pe nerapan E-Voting di Luar Ne geri
Penerap an e-voting secara luas telah digunak an sebagai bagian d ari d emokrasi
khususny a di negara-negara erop a (Harun Husein, 2011).
A.
Australia
Penggunaan
e-voting
untuk
demokrasi
dimulai
p
ada
bulan
oktober
2001,
e-
voting
telah
digun akan
p
ertama
kali
d
alam
p
emilihan an ggota
p
arlemen
Australia.
Pemilu
tersebut
diiikuti oleh 16.559 p emilih
y
ang
men ggunak an
hak p ilihny a
secara
elektronik di
emp at
temp at p emungutan
suara
(TPS). Kemudian Pemer intah Negara
Bagian
Victoria
memp erkenalk an
e-voting
sebagai
uji
cob a
p
ada
tahun
2006.
Pada
tahun
2007
p
ara
p
ersonil
an gkatan
b
ersenjata
Australia
y
ang
ditemp atkan
di
Irak,
Afghanistan,
Timor
Leste,
dan
Kep ulauan Solo mon
telah
d
iberi
k
esemp atan
untuk
men ggunakan
hak
p
ilihny a
melalui
jar in gan
khusus
dep artemen p ertahanan
sebagai
bagian
dari
p
roy ek
kerjasama
antara
dep artemen
p
ertahanan
den gan
komisi
p
emilu
Australia. Setelah
merek a
men ggunak an
hak p ilih kemudian d atany a dienskrip si dan
dikirimk an melalui
C
itrix
server ke
database. Seb any ak 2.012 p ersonil
terdaftar
sebagai
p
emilih dan d ari
jumlah tersebut 1.511 orang
berhasil
men ggunakan hak
p
ilihny a.
B. Estonia
E-voting di Estonia telah dimulai p ada bulan Oktober 2005 p ada p emilu
lokal.
Estonia menjadi
negar a p ertama y ang meny elen ggarak an p emilu
melalui Internet dan
telah
diny atakan
berhasil
oleh
p
ejabat
p
emilu
Estonia.
Sebany ak
9.317
orang
telah
|