|
22
22
men ggunakan
h
ak p ilihny a secara on line.
Pada tahun 2007
Estonia dinob atkan
sebagai
negara
y
ang
meny elen ggarak an e-voting melalu i
Internet
secara
nasional.
Pemilu
telah
d
ilaksan akan
selama
du a
hari
p
ada
26-28
Februar i
dan
telah
b
erhasil
menjar in g 30.275
oran g y an g men ggunakan
hak
p
ilih
melalui
Internet. Tahun 2009
p
ada
p
emilu
lokal
kotap raja
telah
b
erhasil
memf asilitasi
104.415 oran g y ang
men ggunakan
h
ak
p
ilih
melalui
Internet.
Presentase
menun jukan
bahwa
9,5%
dari
total
p
emilih telah
men ggunakan h ak p ilihny a
melalui
Internet, tahun 2011 p ada
p
emilihan an ggota p arlemen p ada tanggal 24
Februari
samp ai dengan 2 M aret
sebany ak
2.140.846
orang
telah
memilih
secar a
online,
95%
p
emilih
men ggunakan
hak p ilih di dalam
neger i dan
sisany a
memilih dari
luar
n
egeri
y
an g tersebar di 106
negara.
C. Perancis
Januari 2007 Partai Union for a Popular Movement (UM P) meny elenggarakan
p
emilihan p residen den gan
men ggunakan remote
e-voting dan ju ga
melalui 750 TPS
y
ang meny ediak an lay ar sentuh. Pemilih an telah diikuti 230.000
suara y ang mewak ili
hamp ir
70%
dari
daftar
p
emilih.
Pemilu
d
i
Perancis
diselen ggarakan
secara
on line
melalui
Internet
untuk
p
ertama
kali
p
ada
tahun
2003
ketika
warga
negara
Perancis
y
ang berdomisili di
Amerika
Ser ikat
memilih
wak il
mereka
y
an g akan duduk dalam
M
ajelis War ga
Perancis di
luar
neger i. Lebih dari 60% p emilih men ggunakan
hakny a
melalui Internet dan bukan men ggunakan p emilihan b erbasis kertas.
|