Home Start Back Next End
  
26
26
lain
y
ang
muncul
ad alah
masalah
SDM
y
ang tidak
terlatih.
Selain
itu,
lembaga
ini,
dalam
situsny a,
eff.org,  meny atakan
teknisi
dari
vendor  mesin
e-voting
p
un
masih
memiliki
akses
tak
terawasi
terhadap
p
eralatan
e-voting,
staf
KPU
lokal
p
un
kerap
menolak  ap abila
data
akan  di
audit.  M asalah  juga
terjadi
p
ada
teknologi
in ternet
voting  (remote
e-voting),  teknolo gi
in i
digun akan  100  ribu  or an g
Amer ika
y
ang
berada  di 
luar 
negeri  (eksp atriat).  Tap i,  teknologi 
y
ang  d isebut 
sebagai  Secure
Electronic Registration and Vo
ting Experiment ( SER VE),
itu, dihentikan p ada tahun
2004, setelah p etugas
dari
Dep artemen
Pertahanan
AS menemukan bahwa sistem
itu
tidak cukup aman untuk mentransfer suara p emilih.
Penasihat 
Pemilu   Senior 
In ternationa l 
Foundation 
for 
Electoral 
System
(IFES), Peter Erben,
meny ebut
Amerika
gagal d alam
men erap kan p rogram e-voting,
men gikuti negar a-negar a gagal lainny a sep erti Jerman, Belanda, dan Ir landia.
2.4.2 Metode Remote Electronic Voting System (REVS)
REVS 
merup akan 
metode 
p
emilihan 
y
an g 
seluruhny a 
dilakukan 
secara
otomatis
dengan
men ggunakan
komp uter dan teknolo gi
telekomun ikasi
untuk akses
jarak  jauh  (n irkabel).  REVS
ad alah 
sebagai
salah
satu  bagian
Electronic  Voting
System (EVS), REVS umu mny a men ghilan gkan ver ifikasi p endaftaran secara manual,
memfasilitasi p emantauan
suara d an
men ghitung
suara,
dan
memberik an
hasil
y
ang
akurat
dan up to date. REVS men gatasi beberap a keterbatasan dari teknolo gi p emilu
y
ang berlaku
secara konv ensional,
n
amun
tidak
men gherank an
muncu lny a
teknologi
REVS dalam p emilihan umu m
serin gkali memuncu lkan isu-isu baru.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter