|
31
2.6.2 Debt to Total Asset Ratio
Menurut Keown, Martin, John (2004, pp 80)
Debt
to Total
Asset
Ratio
Total
Debt
Total
Asset
Rasio ini mengukur sejauh mana pembelian atau investasi atas aktiva perusahaan
didanai dengan hutang. Sedangkan
menurut Eugene, Gapenski (1997, p50), rasio
total
hutang
dan
total
asset
sering
disebut
sebagai
debt
ratio, mengukur persentase dari
pembiayaan yang disediakan oleh kreditur. Total hutang meliputi hutang lancar
(current liabilities) dan
hutang jangka panjang. (long-term debt ). Kreditur
lebih
menyukai debt
ratio
yang
rendah,
karena
makin
rendah
rasio,
makin
besar
perlindungan terhadap risiko kerugian bagi kreditor dalam hubungannya dengan
likuidasi.
Di
lain
pihak,
pemegang
saham
mendapatkan
keuntungan
dari
leverage
karena penggunaan hutang memperbesar earning.
2.7 Leverage
Sesuai dengan CAPM,
the required
return
hanya bergantung dari risiko
yang
sistematis dari investasi. Dimana risiko yang sistematis dapat dibedakan menjadi dua.
Pertama,
yang biasa disebut dengan
risiko bisnis
(business
risk),
atau
operating risk.
Kedua, menunjuk pada risiko keuangan (financial risk ). Sangatlah penting untuk
membedakan kedua tipe risiko
ini, karena
memberikan pengaruh pada required
return yang berbeda.
Sudah menjadi sifat dari investasi, bahwa perusahaan tidak dapat
mengendalikan
risiko
bisnisnya.
Sebaliknya,
risiko
keuangan
perusahaan
ditentukan
|