Home Start Back Next End
  
18
Dengan 
demikian, 
jika 
himpunan  
ni!ai-niiai 
yang 
terdapat  
pada 
domain
frekuensi  (nilai  amplitudo)  diberikan  kern bali 
kepada 
gel om bang 
sinus 
dan   kosinus
(yang
merupaka.'1 fungsi
dasar
DFT)
secara 
tepat,
hasilnya
ada!ab
sebuah
himpunan
gelombang sinus
dan  kosi nus
yang  terskala,
di
mana  bila
dijumlahkan
antara 
keduanya
akan  menghasiikan
bentuk
sinya! dalam  domain  wakiu.  Fungsi
dasar
DFT
dibangkitkan
oleh
persamaan 2.8.
c,
[tJ
=
cos(2nki I N)
s,[t]= sin(2rrki/
N)
Pers. 2.8
dimana
ck[]
adalah
gelombang
kosinus
yang
nilai
amphtudonya 
berada 
dalam 
ReX[kJ,
dan
s;[J
adalah
gelombang sinus
yang
nilai
ampiitudonya
berada
dalam
Irn,\lk]. k sendiri
merupainm. parameter  frekuensi 
yang  memmjukk:an berapa 
siklus
yang  terjadi 
untuk
menyelesaikan
N-point dari sinyal.
2.8.1.2   
Menghitung
DFT dan IDFT
Untuk
mengl1itung
DFT
dapat
nenggunakan tiga
cara
yaitu
:
simultaneous
equations,
korelasi 
dan 
terakhir 
dengan 
FFT
(Fast 
Fourier
TransfiJrm). P!!da
tugas
sk.ripsi
ini
hanya  membahas 
algoritma 
FFT
untuk 
menyelesaikan
DFT.  
Sedangkan
untuk
menghitung
inverse
DFT (fUFT) dapat
menggunakar:. persamaan
2.9.
K/2 
Nt2
xj!J=
,l:ReX[k]cos(2nkil
N}+ :Z:)rnX[k]sin(2nki!N)
k:A:
k""O
Pers.
2.9
Dari   persamaan .di atas 
terlihat   bahwa   sinyal   N-point, 
x[l],  
dapat   disusun   o1eh
penjum!ahan N/2 + 1 gelombang"sinus dan N/2 + 1
gelombang kosinus.  Sehingga setelah
dilakuk:an
DFT,
sinyal
input
dapat
disusun
kembali
dcngan
menggunakan 
fUFT.
Maka
unt'Uk 
keadaan 
ideal,  akan 
dihasilkan 
sinyal 
input
yang 
sama 
dengan 
sinyal 
input
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter