![]() 20
l
l
l
I
I
dengan
menga!lkan tarif departemental dengao jum!ah
penggerak
yang d!gunakan
di
departemen
bel-sangkutan.
Biaya Overhead
Alokasl -
I
i'enelusuran Langsung
- Pembebanan Biaya 1
, Pembebanan Biaya 1
-
Peoelusuran Penggerak
D+A
I
Tahap pertama :
Pember'ltukan Kelompok
I
I
Depa
men
B
I
-+-
I<
Penggerak tir.gkat unit
I
Pembeba
an Biaya
Tahap
kedua :
Produk
B!aya
yang
dibebanl<an
Produk
Ga;mbair
2..9 Ta,rif !:lepall"':emti!ntalUntuk Pembebanan Overi!Jeai!l Tll'8dlsiooal
Sumba":Hansem dilitrn
Mowen
(1999pP:I.«<)
Ka!kulaSi biaya
tradlsiona! telah d!gunakan
selama bebefapa dekade dan terus digunak<m
secara sul<ses
oleh banyak
organisasi.
Namun, menurut
Atkinson
et
all (1997,pp25B-251),
pada beberapa
Situasi tarlf
tersebut tidak cocok dan dapat
men!mbu!kan distorsi
biaya
produk, yang befarti
biaya produk
yang dihasilkan tidak akurat.
Dlstorsi blaya teljadi aklbat
tidal<
tepatnya perusahaan
membebankan blaya overhead ke produk.
1\J:!a
dua faktor utama yang menyebabkan
ketldal<mampuan kalkulasi biaya trad!Slonal
untuk membebankan biaya
011erhead secara tepat,
ya!tu :
|