|
21
1. Biaya overhead
yang
tldak beriGlitan dengan unit
Penggunaan
kalku!asi
blaya tradis!ooai
mengasumsikan bahwa
pemaka!an
sumber
deya overhead
berkaitan
erat
dengan unit
yang diproduksl.
Namun,
jika
dafam
perusahaan
terdapat aktivitas ovemead yang tidal< berl<aitan
dengan jumlah unit
yang
diproduksi (non-unit} misalnya
biaya
persiapan
(setup),
maka
blaya
overhead
yang
dihasilkan akan bermasa!ah. Menggunakan hanya penggerak biaya
aktivitas berdasarkan
unit
saja unruk membebankan
biaya overhead yang tidak beriGlitan
dengn unit
dapat
moodptakan distorsl biaya produk.
Besamya
biaya distorsi
tergantung pada
besarnya
proporsi
total biaya overhead
tersebut terhadap l:liaya
berdasart,an
non-unit
Jlka blaya
overhead berdasarkan
non-unit
hanya
kedi
persentasenya terhadap
total biaya
overhead,maka
dist.orsi b!aya produk
a
.an ked! pula.
2. Ker<!gaman produk
Tanpa memperhatikan sifat daM keragaman
produk, biaya produk dapat terdistorsi.
Adanya
keragaman
produk
berarti adanya
jenls-jenis
produk yang
mengkoosumsi
aktlvltas
overhead da!am
proporsl yang
berbeda-beda.
!
lsa!nya
biaya
dlsaln
setlap
produk dan
blaya persiapan
produksi setiap
produk dapat
menyebabl<an
produk
mengkonsumsi overhead pada tingkat
yang berbeda.
Perbedaan setiap produk
dalam
mengl<onsums! aktMtas
overhead
memmjukkan
setiap produk memlliki proporsi masing·
masing dalam
w.engkonsumsi
aktivitas overhead. Proporsi
setiap aktMtas
yang
dlkonsumsi oleh suat;u produk dideflnisikan sebagai rasJo konsumsi.
.4 Sisrem Actii'ity·I'Jasl:d Ce.wtlng
A.1
an
Alt:ll:llflty-Bal!i!ed
Costing
Menurut
Horngnan, Foster, dan !Jatar (1994,p115} :
Activity
Based
Costing fixuses on actiVities as the fundamental cost objects."
|