![]() 30
Hansen dan Mowen
menambahlam, perusahaan manufalctur maju
yang menggunakar
kaikulasl biaya adfvtty-!Jased costing (ABC), akan mengalaml kerldala dafam
mener.apkar1
analisis 01? tradis!onalunruk
menghasi!kan titik-lmpas (BEP).Penggunaan
sistem ABC tldak
berartl
bahwa analisls
OtP
lmr.ang bermanfuat,
justru
ana!isis
CVP menjadi lebih bermanfuat
karena
membertkan
masukan
yang leb1!1
akurat mengenal perilaku
biaya.
Oleh karena itu
hasll dali
m1!SUkan
itu
akan
menghasi!kan keputusan
yang leblh balk. tcarena
dalam ABC,
biaya
dibagi berclasarl<an
unit
dan
non-·; it, analisis CVP
dalam kerangka ABC
harus
dimodifikasl.
Menurut
Mulyadi {1997,p245) perbedaan antara
perhfrungan
titik-lmpas tradlslona!
dengan
tltik·!mpas
ABC terletak
peda
unsur
biaya
variabel
yang
digunakan
dalam
perhltungan tit!k·impas,
Perhitungan
tlt!k-!mpas tradlsional
menentukan blaya
valiabe
berclasarl<an perilaku blaya
berdasarl<aP. unit-level activities
saja_
FaciNty-sustainfng costs
!
---
-t-
Non-umt-refated costs
Batr:h-related costs
I
Unit-level activity costs
Unit-related costs
|