Home Start Back Next End
  
nilai
Jin
yang
membuat
Kambei
merasakan
bahwa
Kirara
sedang
dalam
masalah
dan
membutuhkan pertolongan.
Pada episode
tiga, Kambei
memperlihatkan
ajaran dari
nilai Meiyo. Ketika diejek
oleh
Kikuchiyo, Kambei
hanya
diam
saja
dan
tetap
tenang.
Bahkan
ketika
Kikuchiyo
menebaskan katananya,
Kambei
hanya
menangkap katana
tersebut
dan
balas
berkata
bahwa dirinya tidak diberi kesempatan
untuk berbicara. Seperti Meiyo
yang
mengajarkan
agar
samurai
dapat
bersabar, sebab
samurai
yang
cepat
marah
hanya
akan
dicemooh
dengan sebutan ?? (tan’ki - cepat marah).
Pada 
episode 
empat, 
Kambei 
memperlihatkan 
kepatuhan 
dirinya 
terhadap
Bushido 
melalui  katana 
miliknya  yang  tetap  bercahaya  walaupun  jarang  digunakan
karena perang
sudah
tidak ada
lagi. Seperti kata Nitobe bahwa (1991:132) bahwa katana
merupakan lambang
dari
kekuatan
dan
kecakapan Bushido
itu
sendiri,
selain
itu
juga
merupakan cerminan dari
hal
yang
terdapat dalam
hati
seorang samurai,
yaitu kesetiaan
dan kehormatan. Keadaan katana itu mencerminkan isi hati Kambei.
Pada
episode
delapan, Kambei
berjanji
kepada
Rikichi
untuk
menyelamatkan
istrinya
dari
tangan
Nobuseri.
Ketika
membuat
janji
ini,
Kambei
tidak
membuat
bukti
tertulis 
apapun. 
Hal 
ini 
dikarenakan 
Kambei 
adalah 
seorang 
samurai 
yang 
akan
memegang
teguh
apa
yang
telah
diucapkannya.
Apa
yang
telah
diucapkannya
pastilah
dijalankan. Seperti
yang diajarakan oleh Makoto,
ucapan seorang samurai, dapat menjadi
jaminan
terhadap
apa
yang
dikatakan dan
apa
yang
akan
dia
lakukan
sehingga
tidak
memerlukan bukti tertulis apapun (Nitobe,1991:62).
Pada
episode
delapan,
Kambei
memperlihatkan
nilai
kesetiaan
seorang
samurai
kepada
tuannya.
Dalam
animasi
samurai
7,
yang
menjadi
tuan
atas
Kambei
dan
enam
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter