Home Start Back Next End
  
43
saham  dinilai  terlalu  rendah  (undervalued),  wajar
(fairly priced),  atau
dinilai  terlalu
tinggi
(overvalued).
Sedangkan
harga
pasar
saham
(current
market
price)
adalah
harga
yang terbentuk di pasar jual beli saham.
Investor
perlu
menganalisis
saham
dengan
tujuan
untuk
menaksir
nilai
intrinsic
suatu
saham
perusahaan,
lalu
membandingkannya
dengan
harga
saham
saat
ini untuk
mengetahui 
tingkat 
kewajaran 
harga  saham. 
Untuk 
itu, 
ada 
dua 
pendekatan 
yang
digunakan 
dalam 
menganalisis 
saham 
suatu 
perusahaan 
yang 
dikutip 
dari 
website
infovesta (www.infovesta.com)
yang dijelaskan sebagai berikut:
1.   Analisis Teknikal
Analisis
teknikal
merupakan
upaya
untuk
memperkirakan
harga saham
dengan
mengamati   perubahan   harga   saham 
di 
periode   yang   lalu, 
dan 
upaya   untuk
menentukan 
kapan  investor 
harus 
membeli, 
menjual 
atau  mempertahankan
sahamnya   dengan   menggunakan   indikator-indikator  
teknis   atau   menggunakan
analisis
grafik.
Indikator
teknis yang digunakan
adalah
moving
average,
volume
perdagangan,
dan short-interest
ratio.
Sedangkan
analisis
grafik
diharapkan
dapat
mengidentifikasi
berbagai
pola seperti
key reserval,
head
and shoulders,
dan
sebagainya.  Analisis  ini  menggunakan  data  pasar  dari  saham,  seperti  harga  dan
volume transaksi penjualan saham untuk menentukan
nilai saham.
2.   Analisis Fundamental
Analisis
fundamental
ini menyatakan
bahwa
setiap
saham
memiliki
nilai
intrinsik.
Analisis
ini mencoba
untuk
menghitung
nilai
intrinsik
dari
suatu
saham
dengan
menggunakan
data fundamental,
yaitu
laporan
keuangan
perusahaan,
seperti
laba,
dividen,
penjualan,
struktur
modal,
risiko
dan
sebagainya.
Analisis
ini akan
membandingkan  nilai
intrinsik  dengan  harga
pasarnya  untuk
menentukan 
apakah
harga saham pasar sudah mencerminkan
nilai intrinsiknya atau belum.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter