|
7
sekali
investor
yang
akan
terpancing
untuk
terus
menanamkan
dananya
di
pasar
saham
karena
menganggap
sekarang
saat yang
tepat
untuk
berinvestasi.
Akibatnya,
Investor
terjebak
dengan
membeli
saham
pada harga
yang
sudah
tinggi
(overvalued
stock)
dari
harga
pasar
(hasil hitungan
harga
valuasi
fundamentalnya).
Apabila
investor
membeli
sahamsaham
yang
sudah
mahal,
Investor
memiliki
potensi
keuntungan
yang
terbatas,
dan
potensi
merugi
yang
lebih
besar.
Pada
akhirnya,
sahamsaham
yang
mereka
beli
disaat
yang sudah
tepat
(menurut
mereka)
mulai
bergerak
turun
dan
memberikan
kerugian
bagi
mereka.
Menghadapi
kondisi
demikian,
apa yang mereka lakukan?
Edbert
menjelaskan,
investor
yang
menghadapi
kondisi
penurunan
harga saham
dan
menyebabkan
kerugian,
mulai
menjual
sahamsaham
yang
mereka
miliki.
Tekanan
jual
yang
semakin
hebat
mengakibatkan
harga
saham
di bursa
pun
melaju
turun,
bahkan
terkadang
dengan
kecepatan
yang cukup
tinggi.
Kondisi
penurunan
yang
cukup
tinggi
dalam periode tersebut akan menyebabkan saham menjadi sangat murah dari harga
pasar atau undervalued.
Kondisi
kerugian
dialami
investor
karena
kebanyakan
investor
tidak terlalu
paham
perihal
siklus
pasar
dan ekonomi,
rasiorasio
financial,
analisa
fundamental,
ataupun pertumbuhan
perusahaan.
Ketidakpahaman
tersebut
menyebabkan
banyak dari
mereka
yang
terjebak
dengan
mengikuti
investor
yang
lain yang
terlebih
dahulu
telah
banyak
membeli
saham.
Oleh
karena
itu,
mereka
pun
seringkali
tidak
memahami
apa
yang menyebabkan
harga sahamsaham
yang mereka beli disaat yang sudah tepat
(menurut mereka) mulai bergerak turun dan memberikan
kerugian bagi mereka.
Kondisi
dimana Investor
mengalami
kerugian
disebabkan
karena Investor
mulai
berinvestasi
pada saham
yang
harganya
sudah
cukup
tinggi.
Dengan
ketidakpahaman
Investor
tentang
tools
untuk
berinvestasi, penulis
tertarik
untuk
membahas
tools
mengenai Investasi, yang dapat digunakan dalam melakukan valuasi nilai interinsik
|