![]() 6
13. ATPK - ATPK Resources Tbk
14. BORN - Borneo Energy Tbk
Sumber: Investor Business & Capital Markets, XIII/214, April 2011.
Dari
ke
14
perusahaan
batu
bara
tersebut,
menurut
Frans
S
Imung,
perusahaan
batu
bara
dengan
total
aset
diatas
Rp10
triliun
adalah
Bumi
Resources
(BUMI),
Adaro
Energy
(ADRO),
Brau Coal (BRAU),
dan Indika Energy
(INDY).
BUMI yang ditopang
Kaltim Prima Coal memiliki keuanggulan dari
sisi
keuangan dibanding emiten batu
bara lainnya.
Pangsa
pasar
BUMI
mencapai
38.31%
pada
tahun
2010,
diikuti
ADRO
sebesar 26.94%, dan INDY sebesar 18.51%. Perkembangan pangsa pasar batu bara
selama 5 tahun terakhir ketiga emiten diatas dijabarkan sebagai berikut:
Gambar 1.3. Pangsa Pasar Penjualan Batu Bara Nasional
Sumber: Investor Business & Capital Markets, XIII/214, April 2011.
Menurut
Frans
S Imung,
investasi
batu
bara
yang
sangat
diminati
pada
sekor
pertambangan
oleh
investor,
minat
tersebut
juga
cukup
besar
di
sektor
bursa
saham.
Di
bursa saham, likuiditas saham sektor batu bara meningkat tajam, terutama setelah
bencana tsunami melanda Jepang. Banyak investor yang tertarik menanamkan
modalnya di
bursa saham pada sektor batu bara karena peningkatan produksi
perusahaan
batu
bara
yang
cukup
besar,
terutama
pada
ekspor.
Namun
menurut
Edbert
Suryajaya
dalam
artikelnya
berjudul
How
to
Read
the
Sentiment
in
Stock
Market
di
majalah
Investor
bulan
Febuari
2011
pada umumnya
sebagian
besar
investor
mulai
berinvestasi
pada
pasar
saham
yang
sudah
cukup
tinggi.
Investor
mulai
membeli
saham
karena
investor
investor yang
lain
telah
banyak membeli. Menuru Edbert, banyak
|