|
5
Kenaikan
harga
dan konsumsi
batu
bara
menyebabkan
banyak
Investor
yang
tertarik
untuk mengelola
bisnis pertambangan
batu bara. Namun
menurut
Frans S
Imung
dalam
artikelnya
yang
berjudul
Metamorfosis Bisnis
Indika
di
majalah
Investor
bulan
April
2011,
investasi
batu
bara tak hanya
diminati
di
lahan
pertambangan.
Di
bursa
saham,
likuiditas
saham
sektor
ini
meningkat
tajam,
terutama
setelah
bencana
tsunami
melanda
Jepang.
Hingga
April
2011,
Jepang
membutuhkan
90
juta ton
batu bara. Pasokan
dari Indonesia
sekitar
28 hingga 30
juta ton. Menurut
Satrio
Utomo
analis
pertambangan
dari Universal
Broker
Indonesia,
yang
dikutip
di majalah
Investor
bulan
April
2011,
emiten
batu
bara
dengan
volume
pasar
spot
besar
seperti
Indo Tambang
Raya (ITMG)
dan Harum Energy
terimbas
sentimen positif karena
produk-produk
mereka
memang
paling
banyak
digunakan
di Jepang,
Ada
banyak
pilihan
saham
batu
bara
di
daftar
emiten
BEI.
Pilihan
saham-saham
batu
bara
di
daftar
emiten BEI dijabarkan sebagai berikut:
1. Indika Energy Tbk (INDY)
2. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)
3. Indo Tambangraya
Megah (ITMG)
4, Bumi Resources Tbk (BUMI)
5. Darma Henwa Tbk (DEWA)
6. Adaro Energy Tbk (ADRO)
7. Brau Coal Energy Tbk (BRAU)
8. Bayan Resources Tbk (BYAN)
9. Harum Energy Tbk (HRUM)
10. Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK)
11. Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI)
12. Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)
|