13
Memberikan perlindungan hukum atas
keistimewaan atau ciri khas
produk.
Memungkinkan untuk menarik sekelompok pembeli yang setia
dan
menguntungkan.
Membantu penjual melakukan segmentasi.
2.6
Ekuitas Merek (Brand Equity)
2.6.1
Definisi Ekuitas Merek (B®and Equity)
Aaker
(1996,
p7)
dalam
bukunya
yang
berjudul
Building Strong
Brands
mendefinisikan: Brand equity is a set of assets (and liabilities)
linked to a brands name
and symbol that adds to (or substract form) the value provided by a product or service to
a
firm and/or that firms customers.
Sedangkan menurut
Hana
dan
wozniak
(Simamora,
2002,
pp46-p47)
mengatakan
bahwa ekuitas merek adalah nilai
tambah
yang diberikan
merek pada produk. Sepanjang
memberikan
nilai
tambah,
maka
merek
tersebut
memiliki
ekuitas.
Kalau
tidak
memberikan
nilai
tambah,
apalagi
justru
mengurangi
nilai
produk,
berarti
tidak
ada
ekuitas merek. Jadi, mereka melihat ekuitas merek sebagai nilai yang positif.
2.6.2
Elemen-Elemen Ekuitas Merek (B®and Equity)
Menurut
Aaker
dalam
Durianto,
Sugiarto,
Sitinjak (2004,
p4),Ekuitas
merek dapat
dikelompokkan ke dalam 5 elemen, yaitu:
a. Kesadaran Merek (Brand
Awareness), menunjukkan kesanggupan seorang calon
pembeli
untuk
mengenali
atau
mengingat
kembali
bahwa
suatu
merek
merupakan
bagian dari kategori produk tertentu.
b. Asosiasi-asosiasi
merek (Brand Association),
mencerminkan
pencitraan suatu merek
terhadap
suatu
kesan
tertentu
dalam
kaitannya
dengan
kebiasaan,
gaya
hidup,
manfaat, atribut porduk, geografis, harga, pesaing, selebritis, dan lain-lain.
|