Home Start Back Next End
  
21
dan penekanan
yang wajar, dan sama sekali tidak
menghendaki adanya suatu
jawaban.
q. 
Silepsis
dan
Zeugma; gaya di mana orang mempergunakan dua konstruksi
rapatan
dengan
menghubungkan
sebuah
kata dengan
dua
kata
lain
yang
sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.
r.
Koreksio
atau
Apanortosis;
gaya
yang
berwujud,
mula-mula
menegaskan
sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
s.
Hiperbol;
gaya
bahasa
yang
mengandung
suatu
pernyataan
yang
berlebihan,
dengan membesar-besarkan sesuatu hal.
t.
Paradoks;
gaya
bahasa
yang
mengandung
pertentangan
yang
nyata
dengan
fakta-fakta yang ada.
u. Oksimoron
gaya 
bahasa 
yang 
mengandung 
pertentangan 
dengan
mempergunakan kata-kata
yang berlawanan dalam frasa
yang sama, dan sebab
itu sifatnya lebih padat dan tajam dari paradoks.
(Keraf, 1980: 130-136)
2.5.1.4.2.   Gaya Bahasa Kiasan
Gaya
bahasa
kiasan
pertama-tama
dibentuk berdasarkan perbandingan atau
persamaan.
Gaya
bahasa
kiasan
mencoba menemukan
cirri-ciri
yang
menunjukkan
kesamaan antara kedua hal dengan membandingkan
hal
yang satu dengan
hal
yang
lain.
Terdapat
bermacam-macam gaya
bahasa
yang
masuk
ke
dalam kategori
bahasa
kiasan,
yaitu:
a.
Persamaan
atau
simile; perbandingan yang bersifat eksplisit (langsung
menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain).
b. 
Metafora; analogi
yang 
membandingkan  dua 
hal  secara 
langsung,  tetapi
dalam bentuk yang singkat.
c.   Alegori, Parabel, Fabel;  Alegori  adalah  cerita  singkat  yang  mengandung
kiasan.
Parabel
adalah
kisah
singkat dengan
tokoh-tokoh
biasanya
manusia
yang
mengandung
tema
moral.
Fabel
adalah metafora berbentuk cerita
mengenai dunia binatang, di mana binatang-binatang bahkan makhluk-
makhluk yang tidak bernyawa bertindak seolah-olah sebagai manusia.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter