|
35
Dalam situasi belajar, seorang dewasa diharapkan bisa menggunakan
pengalaman terdahulu untuk membantu orang dewasa belajar. Oleh karena itu,
pelajar dewasa menggunakan sekaligus pengalaman lama dan pengalaman
barunya untuk menganalisa pembelajaran.
3. Kesiapan
belajar
:
mereka
siap
untuk
belajar
saat
melihat
adanya
peran
atau
tugas baru.
4. Orientasi
belajar
:
orang
dewasa
belajar
untuk
memecahkan
masalah
dan
memperoleh pengetahuan baru secepatnya.
5. Motivasi belajar : saat seseorang dewasa, motivasi untuk belajar bisa saja datang
dari
luar (seperti kenaikan pangkat, gaji
tinggi, dan sebagainya), tetapi
motivasi
pendorong
dari
dalamlah
yang
lebih
berpengaruh
(seperti
kualitas
kehidupan,
penghargaan dan sebagainya) (baru ditambahkan Knowles pada tahun 1984).
Orang dewasa adalah orang yang sudah matang baik secara fisik maupun
psikologis. Kematangan psikologis orang dewasa sebagai pribadi yang mampu
mengarahkan diri sendiri mendorong timbulnya kebutuhan psikologi yang sangat dalam
yaitu keinginan dipandang dan diperlakukan orang lain sebagai pribadi yang
mengarahkan dirinya sendiri, bukan diarahkan, dipaksa atau dimanipulasi oleh orang
lain. Dengan demikian apabila orang dewasa menghadapi situasi yang tidak
memungkinkan dirinya untuk menjadi dirinya sendiri maka dia akan merasa dirinya
tertekan dan merasa tidak senang, termasuk dalam hal belajar.
Secara jelas Knowles (1980) menyatakan apabila pelajar sudah berusia 17 tahun,
penerapan prinsip andragogi dalam kegiatan pembelajarannya
menjadi suatu kelayakan.
Karena upaya membelajarkan orang dewasa berbeda dengan upaya membelajarkan
anak.
|