|
37
Mereka juga lebih kritis dalam menerima informasi baru, khususnya jika informasi
tersebut terlihat bertentangan dengan apa yang mereka percayai sebelumnya.
Kebanyakan pelajar dewasa mengalami keragu-raguan dan cemas mengenai usia
dan performa mereka. Mereka ini biasanya merasa kurang percaya diri, merasa bahwa
pengetahuannya kurang mencukupi dan ragu untuk berbicara di kelas. Mereka takut
berbuat kesalahan atau terlihat konyol atau gagal di depan yang lain. Mereka juga
merasakan kewajiban untuk memberikan kepuasan bagi instruktur mereka daripada
pelajar yang lebih muda. Mereka cenderung rendah hati terhadap kemampuan dan
pengalaman mereka. Dan mereka akan merasa tidak sabar jika mereka merasa bahwa
materi pembelajaran mereka tidak berguna bagi mereka.
Aslanian dan Brickell (1980) menyatakan bahwa 83% dari pelajar dewasa
mendeskripsikan bahwa beberapa perubahan masa lalu, masa sekarang dan masa depan
dalam kehidupan mereka menjadi alasan untuk belajar. Mereka menghadapi perubahan
yang di dalamnya mewajibkan mereka untuk belajar untuk membuat perubahan tersebut
sukses. Alasan orang dewasa untuk belajar bermacam-macam, yaitu perubahan karir,
pendapatan yang lebih baik, pencapaian aktualisasi diri, kebutuhan dengan rekan bisnis
dan teman, penghargaan untuk diri sendiri, memuaskan pikiran akan suatu hal atau
bahkan untuk suatu alasan yang sederhana, sebuah gelar. Bahkan ada orang dewasa yang
memang menyukai belajar dan ingin melakukannya sepanjang hidup mereka (Papalia,
1995).
Dalam penelitian, mayoritas orang dewasa (sebanyak 56%) mengatakan alasan
mereka untuk belajar adalah demi perubahan karir yang lebih baik. Mayoritas orang
dewasa yang belajar adalah wanita sebanyak 58% (Aslanian dan Brickell, 1980).
|