Home Start Back Next End
  
20
Periklanan
tidak
hanya
berkaitan dengan pemberian
informasi.
Periklanan harus
dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki
karakteristik
tertentu dan persuasif sehingga para
konsumen atau khalayak secara suka
rela
terdorong
untuk
melakukan sesuatu
tindakan
sesuai
dengan
yang diinginkan
pengiklan.
Iklan
juga amat
ekspresif.
Perusahaan yang
bersangkutan
dapat
mendramatisasi
produk mereka melalui seni menggunakan gambar, hasil cetakan, suara, dan warna.
Periklanan
juga
memiliki
beberapa
kelemahan,
walaupun
dapat
menjangkau banyak
orang dengan cepat, iklan tidak menyentuh orang perorang dan tidak mungkin
sepersuasif wiraniaga.
Pada
umumnya
periklanan
hanya
bisa
berkomunikasi satu arah
dengan para audiens,
dan audiens tidak merasa
harus memperhatikan atau memberikan
tanggapan.
Selain
itu,
biayanya
bisa sangat
besar.
Walaupun
beberapa
bemtuk
periklanan,
seperti
iklan
dikoran dan
radio, dapat terlaksana
dengan anggaran
kecil,
bentuk-bentuk
lain,
seperti iklan di televisi jaringan, membutuhkan anggaran yang sangat besar.
Pengukuran efektivitas iklan dilakukan dengan 6 cara, yakni
-
Memori,
pemikiran
bahwa
efektivitas
iklan
diukur
dari
kemampuannya
menempatkan diri ke dalam memori konsumen ini  didasari bahwa kalau iklannya sendiri
tidak mampu diingat, apalagi produk yang diiklankan.
-
Persuasi, ukuran persuasi berbicara tentang kemampuan iklan melakukan persuasi
terhadap konsumen sehingga attitude (©ognitive, feeling, behavio®) mereka berubah.
-
Komunikasi,
yakni
mengavaluasi
kemampuan
iklan
menyampaikan
pesan
yang
harus
dibawanya.
Bisa
terjadi
sebuah
iklan
memiliki eksekusi
yang
sangat
bagus
dan
menggunakan artis sangat populer, tetapi pesan yang ditangkap oleh
konsumen sangat
berbeda dibandingkan dengan yang sebenarnya
ingin disampaikan oleh pengiklan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter