Home Start Back Next End
  
20
Menurut
De
Mente
(1997:5)
dikatakan
bahwa
sekarang
ini giri
adalah
kewajiban
seseorang
untuk
memenuhi
tanggung
jawab
sosial.
Tidak
hanya berupa
sebuah
pengorbanan
seseorang
untuk
membantu
orang
lain, namun
juga seringkali
dihubungkan
dengan
sebuah
pembalasan
dari pemberian
yang
telah
diberikan
oleh
orang
lain. Jika
seseorang
sudah
menerima
bantuan
atau
sebuah
barang
dari
orang
lain,
maka
ia akan
berhutang
terhadap
orang
lain dan kemudian
berkewajiban
membayarkan
hutangnya
tersebut
atau
dengan
kata lain
menyeimbangkannya
dengan
beberapa
kebaikan
atau
pengorbanan. 
Dengan 
begitu, 
seseorang 
itu 
telah 
melakukan 
kewajiban 
sosialnya
terhadap orang lain.
Dikatakan 
oleh
Benedict  (1996:116) 
yang
menjelaskan 
bahwa
giri
adalah  hutang
yang
harus dibayarkan
yang
secara
matematis
sepadan
terhadap
kebaikan
yang
telah
diterima
dan
ada
batas
waktunya.
Dalam
hal
ini
giri
dibagi
menjadi
dua
bagian,
yaitu
giri
kepada
dunia
dan giri untuk
nama
seseorang. Giri
terhadap dunia
berarti
kewajiban
membayarkan
hutang
pada orang
lain yang
telah
memberikan
kebaikan
atau
sebuah
hadiah.  Giri  kepada  dunia  meliputi  kewajiban  terhadap  kawan,  keluarga  yang  tidak
begitu akrab
meskipun
memiliki
satu
leluhur
yang sama,
dan orang
yang tidak
memiliki
hubungan
darah.
Giri bisa berupa
uang, hadiah,
kebaikan
hati
atau
kontribusi
dalam
pekerjaan. Di sisi lain giri untuk
nama seseorang
adalah
kewajiban
untuk
menjaga
nama
baik 
seseorang. 
Semua 
bentuk 
giri 
memiliki 
satu 
tujuan 
yaitu 
untuk 
memenuhi
kewajiban
yang
harus
dilakukan
seseorang
dalam
menjalankan
hubungan
dengan
orang
lain.
Menurut
Matsumura
dalam
Davies
dan
Osamu
(2002:95)
diungkapkan
bahwa
giri
mungkin 
akan 
lebih 
bisa 
dimengerti 
jika 
dijabarkan 
sebagai 
prinsip 
moral 
atau
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter