|
21
kewajiban,
aturan
yang
harus
ditaati
dalam
hubungan
sosial,
dan
kelakuan
baik
yang
wajib diikuti atau malah harus dilakukan disamping hanya akan dilakukan.
Seseorang
yang berpegang
teguh
dalam
memegang
prinsip
untuk
memenuhi
girinya,
akan
lebih
dihormati
oleh
orang
lain.
Orang
akan
menganggapnya
sebagai
seseorang
yang
melakukan
kewajiban
yang
sudah
seharusnya
dilakukan dan memenuhinya
dengan
baik.
Sehingga
seseorang
yang
tidak
mengenal
atau
bahkan
tidak
melakukan
giri
akan
seperti
diasingkan
dari
dunianya.
Oleh
sebab
itu, setiap
orang
akan berusaha
memenuhi
giri untuk memenuhi
kewajiban akan aturan yang sudah berlaku sejak lama.
Menurut Benedict (1996:142)
membayarkan
giri dipikirkan sebagai
pembayaran
yang
benar-benar
sepadan.
Dimaksudkan
bahwa
jika seseorang
menerima
kebaikan
atau
sebuah
pemberian
dari
orang
lain,
ia harus
membayar
hutangnya
terhadap
orang
lain
tersebut dalam
jumlah yang sepadan dengan
yang
ia terima. Jika
ia mengembalikan
lebih
atau
kurang
dari
yang
sudah
ia
terima,
maka
ia
tetap
saja
dianggap
tidak
menghormati
orang
lain yang sudah
memberikan
kemurahan
hati padanya,
baik
dalam bentuk
bantuan
atau
barang.
Seperti
yang
diungkapkan
Benedict
(1996:142)
bahwa orang
Jepang
tabu
dalam mengembalikan
pemberian
dengan
pemberian
yang lebih besar. Oleh
sebab
itu,
orang
Jepang
akan
mengembalikan
apa
yang
sudah
ia
terima,
secara
sepadan.
Hal
ini
untuk mencegah
pandangan
masyarakat
yang mengatakan bahwa ia tidak
menaruh
hormat akan pemberian orang lain tersebut.
Minamoto
dalam
Davies
dan
Osamu
(2002:96)
mengatakan
bahwa
giri dihormati
sebagai
sebuah
cara pembayaran
sesuatu
untuk
kebaikan.
Hal
ini
menunjukkan
bahwa
seseorang
tidak
akan
mungkin
membayarkan
sebuah
hutangnya
apabila
ia
hanya
mendapat
pandangan
jelek
seperti
dianggap
tidak
menghormati
orang
yang memberikan
kebaikan
hati
hanya
karena
ia
membayarkan
hutangnya
tidak
sepadan
dengan
jumlah
|