|
23
menghormati
satu
sama
lain.
Oleh
karena
itu,
manusia
tidak
akan
bisa
hidup
tanpa
giri
jika
ingin menjadi manusia seutuhnya, yaitu manusia yang membutuhkan kehadiran
orang lain. Giri juga membuat keadaan dalam sebuah hubungan
menjadi seimbang.
Dikarenakan
giri membuat
sebuah
keseimbangan
dalam
hidup,
maka
Benedict
(1996:149)
mengatakan
bahwa dalam giri untuk
nama seseorang
juga dibutuhkan
bahwa
seseorang
harus
mampu
hidup
sesuai
dengan
posisi
orang
lain dalam kehidupan.
Jika
seseorang
gagal
melakukan
giri
tersebut,
maka
ia
akan
kehilangan
harga
diri
dan
tidak
berhak
menghargai
dirinya
sendiri.
Sebaliknya,
jika
seseorang
berhasil
memenuhi
giri,
maka
ia
telah
berhasil
memenuhi
kewajiban
sosialnya
di dalam
hidup.
Maka
ia tak
perlu
menyandang
rasa malu
dan bisa menghargai
dirinya
sendiri.
Sama
dengan
yang
telah
diungkapkan
oleh
Minami
(1992:159)
bahwa giri merupakan
sebuah
kehormatan
bagi
nama
seseorang
atau
nama
baik
dalam
masyarakat.
Oleh
sebab
itulah
giri
tidak
diterapkan
hanya
dalam
perorangan,
namun
juga diterapkan
dalam
keseluruhan
masyarakat.
Sehingga
giri
juga
berarti
sebagai
janji
untuk
tidak
merusakkan
nama
baik
seseorang dan tidak membawa malu pada masyarakat.
Dalam
menjaga
nama
baik
seseorang,
giri juga
berperan
penting
dalam
keluarga.
Sehingga
bukan
saja nama
baik
atau kemurahan
hati dari
orang
lain
saja yang
harus
mendapat
bayaran,
tetapi keluarga
juga termasuk
di dalamnya.
Sebagai
seorang
individu
yang
hidup
dalam komunitas
kelompok terkecil
bernama
keluarga,
tentu saja membayar
setiap
hutang
pada
anggota
keluarga
juga
merupakan
kewajiban
dan
tanggung
jawab
yang
harus
dipenuhi.
Seperti
diutarakan
Minami
(1993:155)
bahwa giri juga terdapat
dalam hubungan
orangtua
dengan anak dalam
bentuk tindakan
baik dan
juga bentuk rasa
sayang anak terhadap balasan
dari kasih sayang yang sudah diberikan oleh orangtua.
|