|
15
Terjemahan:
Sebuah kunci konsep dalam memahami kebudayaan orang Jepang dan beberapa
bentuk
karakteristik
mengenai
kesopanan
diantara
orang
Jepang
muncul
dari sikap
tradisional terhadap kewajiban moral dan kewajiban sosial dikenal sebagai giri.
Menurut Davies
dan Osamu (2002:97)
diketahui
bahwa giri dalam penggunaan
umum
memiliki
arti yaitu
sebuah
aturan
yang
harus
dilakukan
dalam
hubungan
dengan
manusia dan hubungan sosial.
Sementara
itu
menurut
Davies
dan Osamu
(2002:97)
terdapat
bahwa
sekarang
ini
konsep
giri masih
memainkan
peranan
penting
dalam masyarakat Jepang
modern
dalam
ragam tentang pemberian hadiah. Meskipun pernyataan terwujud dalam bentuk
pemberian
barang,
pada hakikatnya
giri tidak hanya
berupa
pemberian
barang.
Seperti
diungkapkan
Benedict
(1996:116)
bahwa
giri untuk
dunia
berarti
memiliki
kewajiban
membayarkan
hutangnya
pada seseorang
yang
telah
memberikan
bantuan
seperti
pemberian uang, kemurahan
hati atau kontribusi dalam pekerjaan.
Diungkapkan
pula
oleh
Gillespie
dan
Sugiura
dalam
Davies
dan
Osamu
(2002:95)
bahwa:
Giri
does not
have
any
equivalent concept in
English (although in
Japan
considered)
the most
valued
standard
in human
relationship:
master-subordinate,
parent-child,
husband-wife,
brothers
and
sisters,
friends
and
sometimes
even
enemies
and
business
connections.
If
pressed
to
define
it,
giri
involves
caring
for
others
from
whom
one
has
received
a
debt
of
gratitude
and
a
determination to
realize their happiness, sometimes even by self-sacrifising.
Terjemahan:
Giri
tidak
memiliki
konsep
yang
sama
dalam bahasa
Inggris
(walaupun
dalam
Jepang)
standar
paling
dihargai
dalam
hubungan
manusia:
atasan-bawahan,
orangtua-anak, suami-istri, kakak dan adik, teman-teman, dan terkadang sesama
musuh
dan
rekan
bisnis.
Jika
ditekankan
untuk
mendefinisikan hal
ini,
giri
melibatkan
kepedulian
pada orang
lain dari
seseorang
yang
sudah
menerima
hutang
terima kasih dan penentuan untuk mewujudkan kebahagiaan
mereka
|