|
16
Menurut
Davies
dan
Osamu
(2002:98)
juga
mengungkapkan
bahwa
seseorang
yang
menerima
hadiah
tanpa
memberikan
hadiah
sebagai
timbal
baliknya,
ia
akan
dianggap
sebagai orang yang bodoh dalam hal kewajiban sosial.
Tidak
berbeda
jauh
dengan
giri, yang
merupakan
sebuah
kewajiban
membalas
kebaikan
orang
lain,
gimu
pun
memiliki
pengertian
yang
hampir
serupa.
Diungkapkan
oleh
Benedict (1996:117),
these
obligation of
gimu
are
compulsory, yang artinya
kedua
tanggungan
dalam
gimu
ini adalah
wajib.
Dengan
demikian
gimu
pun
memiliki
makna
yang
hampir
sama
dengan
giri
yaitu
sebuah
kewajiban
yang
juga
harus
dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama terhadap keluarga dan Negara.
Benedict (1996:117)
juga
mengatakan
bahwa
gimu
tidak
pernah
bersyarat,
maksudnya
adalah
dalam
hal
ini setiap
individu
tidak
memiliki
sesuatu
yang
akan
menentukan bagaimana gimu itu dilakukan. Tidak dengan waktu ataupun biaya.
Melalui
Benedict
(1996:119)
diketahui
pula bahwa
kebaikan
terhadap
orangtua
yang
masuk
ke Jepang
menjadi
sebuah
tanggung
jawab
untuk
seseorang
penuhi
meskipun
seandainya
harus
memaafkan
cela dan kejahatan
orangtua
sendiri.
Sehingga
inilah
yang
dimaksud
bahwa gimu
itu tidak bersyarat
karena
diperlukan
ketetapan
hati dan ketulusan
dalam menjalankannya.
Disebutkan oleh Tanaka (2002:36)
mengenai gimu:
?????????????????????????????????
?????????????????????????????????
?????????????????????????????????
?????????????????????????????????
?????????????????????????????????
???
|