|
17
Terjemahan:
Berdasarkan
apa yang
pernah
dijabarkan
sebelumnya,
hak
adalah
menyaksikan
keinginan
pribadi
yang bergerak
dengan
sebuah
tujuan,
tetapi kewajiban
adalah
kebalikan
daripada
hak itu sendiri
yaitu
dimohonkan
dari
masyarakat
kepada
perorangan. Disebutkan
bagaimana
pun
juga, dikatakan
bahwa
mengendalikan
ambisi
pribadi yang bergerak
dengan
memiliki
tujuan. Berdasar
penjelasan tersebut,
gimu
adalah
untuk
individual
mungkin
terpantul
dalam
hal
darurat
dan
tipisnya
daya
tarik. Untuk
siapapun,
gimu
perorangan
juga berdiri
pada
titik pandangan
masyarakat, harus dipahami dan dipaksakan.
Dalam Lebra
(1998:98)
dikatakan
bahwa
pemberian
barang
merupakan
perwujudan
terbaik
dalam
hubungan
timbal
balik.
Pemberian
barang
ini biasanya
disebut
chuugen
ataupun
seibo.
Sementara
itu, ketika
melakukan
pemberian
yang
dilakukan
terhadap
seseorang
yang
merupakan
korban
dari
sebuah
kecelakaan
atau
seseorang
yang
sedang
tertimpa
bencana,
merupakan
bantuan
yang
disebut
dengan
mimai.
Biasanya
pemberian
ini ditujukan
untuk
memberikan
bantuan
secara
ekonomi
dan
juga
menunjukkan
rasa
simpati terhadap korban atau seseorang
yang sedang terkena musibah tersebut.
Diungkapkan
pula
menurut
Davies
dan Osamu
(2002:98)
bahwa
pemberian
chuugen
dan seibo
mewajibkan
adanya pengembalian
hadiah
yang
disebut
dengan
okaeshi.
Di
Jepang, seseorang yang
menerima
hadiah tanpa
melakukan okaeshi akan dianggap
sebagai orang yang menolak kewajiban sosial.
Sementara
itu,
menurut
Sendra
(2008:31)
dikatakan
bahwa
pemujaan
terhadap
leluhur
adalah
salah
satu
bentuk
pembayaran
hutang
yang
harus
dilakukan
oleh
masyarakat
Jepang.
Salah
satu
kewajiban
yang
dimaksud
adalah
gimu
dimana
terdapat
kewajiban
yang
ditujukan
untuk
leluhur,
termasuk
orangtua.
Hal
ini
bisa tercermin
dari
banyaknya
matsuri
yang
ada di Jepang
dan
juga adanya
tempat-tempat
pemujaan
terhadap
leluhur seperti ihai.
|