Home Start Back Next End
  
18
2.3 Konsep Giri dan Gimu
Pengertian
giri
menurut
Minami
(1993:151)
yaitu
huruf
gi
di
sini
menandai
bahwa
setiap
pribadi
bertindak  mengenai 
pengertian 
bagaimana 
ia
harus
tampil
semestinya.
Oleh karena itu, maka giri menuntun seseorang untuk bisa bersikap dengan baik.
Seperti
dikatakan
oleh
Benedict
(1996:134)
bahwa
giri
bisa
diartikan
juga
sebagai
jalan
yang baik, aturan
yang
harus diikuti
oleh
manusia,
dan sesuatu yang dengan
paksa
dilakukan oleh seseorang untuk mencegah permintaan maaf terhadap dunia.
Konsep
ini mengandung
norma
baik
yang
bisa
mengatur
sikap
seseorang
dalam
berinteraksi
dengan
orang
lain dalam
masyarakat.
Giri
membuat
seseorang
melakukan
sesuatu
yang
sudah
seharusnya
ia
lakukan
untuk
bisa
bersosialisasi.
Dalam
hal
ini,
giri
dilakukan
untuk
sebuah
hubungan
timbal
balik yang
sesuai
dengan
norma
yang
ada.
Sehingga
pada dasarnya
giri
merupakan
kewajiban
yang
patut
dijalankan
oleh
setiap
manusia
untuk
bisa
hidup
dalam
masyarakat
yang
harmonis.
Meskipun
begitu,
konsep
ini memaksa
seseorang
untuk
melakukannya.
Giri
mengikat
setiap
individu
untuk
melakukan  tindakan  timbal  balik  atau  berbalaskan  walaupun  individu  tersebut  tidak
ingin
melakukannya.
Hal
ini bertujuan
supaya seseorang
tidak menerima
cap
buruk
dari
mata masyarakat
lain yang akan memandang rendah orang yang tidak memiliki giri.
Dikatakan  oleh
Benedict  (1996:135)  bahwa  seseorang  tidak  akan  melakukan  giri
ketika
ia bersikap
sesuai
dengan
hati.
Dengan
kata
lain
adalah
tulus.
Maka
bisa
disimpulkan
bahwa
giri dilakukan
dengan adanya
sebuah
keterpaksaan
yang
mendorong
seseorang
untuk
melakukannya.
Hal
ini berdasarkan
tujuan agar
seseorang
bisa diterima
dalam 
masyarakat 
dan 
tidak 
mendapat 
sebuah 
penghinaan 
karena 
dianggap 
tidak
mengerti
atau
tidak
memahami
sebuah
giri.
Begitu
juga
dikatakan
Benedict
(1996:134)
giri tidak
memberikan
orang Barat
ide yang berlebih
untuk
mendeskripsikannya,
namun
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter