18
ijime dan mereka setuju dengan tindakan itu sebab menurut mereka hal ini sangat
menyenangkan.
4. Boukansha (??? / penonton pasif)
Biasanya
yang
termasuk dalam kelompok
ini adalah
mereka
yang
memiliki
nilai
akademik bagus dan juga mengikuti banyak kegiatan kelas. Anak-anak yang
menjadi pengurus kelas, nilai akademik yang baik dan memiliki keinginan untuk
masuk ke universitas terbaik adalah ciri-ciri dari kelompok ini.
Dalam
kelompok
ijime,
kelompok
boukansha
ini
adalah
kelompok
yang
hanya
diam saja,
tidak
menertawakan
bahkan
tidak
melihat
jalannya
peristiwa ijime.
Mereka memilih untuk berpura-pura tidak tahu menahu tentang kejadian ini
apalagi
ikut campur tangan, sebab
mereka
takut akan
menjadi sasaran ijime
juga
dan hal itu bisa menghancurkan prestasi mereka dan agar mereka dapat
melanjutkan
sekolah
mereka
dengan tenang.
Kelompok
ini
juga
sangat
mementingkan diri sendiri dilihat dari sifat mereka yang berpura-pura tidak tahu.
Hal
diatas juga
di
setujui
oleh
Morita
dan
Kiyonaga
(1994:42)
yang
mengkarakterkan
orang-orang
yang
terlibat
dalam ijime:
para
korban,
pelaku,
penonton
aktif
(audience:
orang-orang
yang
memberikan
dukungan
secara
langsung),
dan
penonton
pasif
(bystanders: orang-orang yang mengetahui terjadinya peristiwa
namun
tidak campur tangan).
Morita (1994) juga menyebutkan karkteristik ijime: (1) ijime tidak terlihat oleh guru
atau siapa pun; (2) korban bisa berubah posisi menjadi pelaku; (3) siapapun bisa menjadi
korban; (4) terdapat banyak pelaku dan beberapa korban yang pasti; (5) sangat sedikit
anak
yang
menghentikan peristiwa
ijime
ini; (6) para pelaku seringkali
|