17
guru dan / atau kelompoknya. Sifatnya yang tidak dapat melawan ini juga yang
membuat
teman-temannya
melakukan
tindak ijime,
karena
pada
dasarnya
terjadinya tindak ijime ini karena korban tidak mau berusaha untuk mengikuti
kemauan kelompoknya, misalnya dia yang berpenampilan kotor dan tidak rapi
sangat
mengundang
untuk
dijahili
teman-teman sekelasnya karena menurut
mereka anak seperti itu pantas untuk diganggu karena ia tidak diterima dalam
kelompok karena penampilannya itu.
2. Kagaisha (??? / penyerang atau pelaku aniaya)
Biasanya
yang
menjadi pelaku dalam ijime adalah
mereka
yang suka
menentang
dan
memberontak
dalam sekolah
baik
terhadap
guru
maupun
aturan
sekolah.
Sebenarnya
penentangan
yang
dilakukan
oleh
mereka
tidak
dianggap
penentangan oleh pelaku sendiri sebab
mereka hanya ingin menunjukkan diri dan
kemandirian mereka. Sifat mereka yang mementingkan diri sendiri inilah yang
membuat
mereka
melakukan
hal
itu sebab
mereka
ingin
memenuhi
kepentingannya.
3. Kanshuu (?? / penonton)
Kelompok
ini
memiliki pandangan
yang sama
mengenai
nilai dari tindakan ijime
dengan
kelompok
pelaku,
bahkan
kelompok
ini
memiliki
sifat
mementingkan
diri sendiri yang lebih daripada kelompok pelaku. Mereka biasanya
hanya
melihat saja peristiwa terjadinya ijime
ini dan
menertawakan peristiwa
itu karena
bagi
mereka
itu
hal
yang lucu.
Namun
mereka
juga
memiliki
sedikit
sifat
dari
kelompok
korban,
yaitu
sifat
tunduk
pada
yang
lebih
kuat,
karena
itu
mereka
lebih memilih bekerja sama dengan kelompok pelaku dalam melakukan tindakan
|