13
1. Dinamika keluarga.
Situasi
di
rumah
bisa
membuat
seorang
anak
menjadi
seorang
pelaku ijime.
Semua anak-anak memerlukan kasih sayang untuk dapat utmbuh dengan sehat
dan menjadi orang dewasa yang menyenangkan. Saat orang tua melakukan
tindak
ijime di
rumah,
anak-anak
akan
mengimitasi
tindakan
tersebut.
Tindakan
kejam dan
negatif
dari
orang
tua
terhadap
anak
seperti
sering
memukul
atau
mengecewakan
anak dapat
berakibat
anak melakukan
hal
yang
sama
pada
yang
lain. Hal ini terjadi karena kurangnya kasih sayang orang tua yang mungkin
disebabkan
orang
tua
yang
bekerja
dan
tidak memiliki
waktu
untuk
anak-
anaknya.
Bisa juga karena orang tua yang tidak menetapkan kedisiplinan di rumah. Hal ini
bisa mengakibatkan anak-anak yang mengontrol orang tua dan bukan sebaliknya.
Mereka melakukan apa pun yang mereka
inginkan dan mereka tidak dapat
mengontrol diri. Anak-anak ini tidak belajar untuk mengikuti peraturan. Jika
orang tua mengerahkan kedisiplinan, ini akan membuat Si anak marah dan tidak
senang atas permintaan orang tuanya itu. Berarti tindakan dari orang tua bisa
menjadi contoh untuk anak-anak.
2. Memiliki pengalaman atau pernah di ijime
Beberapa anak tinggal bersama dengan saudara yang kandung yang suka meng-
ijimenya.
Jika
hubungan
seperti
ini
berkembang
dalam hubungan
antar
saudara
kandung, resiko seorang anak melakukan ijime akan semakin tinggi. Kodrat yang
sudah ada yaitu yang tua mengusik yang muda, dan yang muda mengusik yang
paling kecil. Resiko akan semakin tinggi jika dalam
keseharian Sang kakak
sering
mengejek atau bertindakan kasar dan agresif satu sama
lain dalam sebuah
|