14
permainan. Tindakan ini akan terus diingat dan berbekas dalam seorang anak jika
hal ini terus berulang.
3. Rasa iri
Rasa iri bisa menjadi motivasi yang paling kuat bagi sebagian anak. Adanya
keinginan untuk menyerang orang lain yang dianggap lebih baik dari dirinya.
Terutama bagi anak perempuan. Rasa iri bisa menjadi pemicu tingkah laku yang
jahat pada lawannya. Misalnya, seorang anak perempuan yang baru saja pindah
banyak disukai oleh anak laki-laki, dan ia cantik. Hal ini akan menjadi pemicu
rasa iri yang sangat bagi beberapa anak perempuan.
4. Ingin menunjukkan keberadaanya atau adanya rasa ingin di perhatikan
Pelaku sering kali mencari perhatian saat mereka melakukan ijime secara terang-
terangan. Mereka merasa menjadi pusat perhatian. Kekuatan, berkuasa,
dihormati, dan popularitas merupakan keinginan yang ingin dicapai.
2.3 Shuudan Ijime
Urui
dalam Overina
(2006:11-12)
mengatakan
bahwa
ijime
merupakan
permainan
yang brutal, yang dilakukan sebagai partisipasi kelompok dalam bentuk kelompok pada
sebuah sekolah atau kelas yang ada kalanya
dapat berakhir dengan kematian. Tindak
ijime
sekarang
ini
dilakukan
oleh
kelompok
kecil
di kelas dan mereka berusaha untuk
menarik
dan
melibatkan
teman
sekelasnya
untuk
melakukan
ijime pada teman sekelas
atau teman satu kelompoknya. Biasanya ijime dilakukan oleh kelompok dan mereka
menyebutnya shuudan ijime (?????). Shuudan ijime adalah ijime yang
dilakukan
oleh
sebuah
kelompok
besar
dan
walaupun
ada
beberapa
dari
mereka
yang
hanya
sebagai
penonton
saja.
Biasanya
beberapa
dari
mereka
ada
yang
berpura-pura
|