|
12
Mathis
dan
Jackson
(2006,
p67)
mengatakan
bahwa
kemampuan bersaing,
kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dalam pasar, dan banyak masalah
lainnya
merupakan
faktor-faktor
yang
menentukan
keberhasilan
sebuah organisasi.
SDM
terlibat
(atau
seharusnya
terlibat)
dengan
semua
hal-hal
tersebut
dengan
mengidentifikasi
bagaimana ia dapat membantu dalam meningkatkan produktifitas organisasional, membantu
untuk
menangani
kompetisi
asing
secara
efektif,
atau
meningkatkan
inovasi
dalam
organisasi.
Pemikiran
seperti
ini
menunjukkan
adanya
cara
berpikir
strategis.
Pokok
dari
perencanaan strategis adalah pengetahuan yang
didapat dari
membaca lingkungan eksternal
akan
perubahan
yang
terjadi.
Merumuskan rencana
strategis membutuhkan
identifikasi,
analisis,
menyeimbangkan kesempatan dan
ancaman
eksternal
perusahaan,
serta
kekuatan
dan
kelemahan
internalnya. Sumber daya manusia (SDM)
bisa membantu perencana
strategis dengan mengamati lingkungan, mengidentifikasi dan menganalisis kesempatan dan
ancaman eksternal yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan.
Merumuskan
rencana
membutuhkan
kecerdasan
kompetitif,
dan
manajemen
SDM
bisa
memberikan
informasi
yang
berguna.
Sebagai
contoh,
rincian
mengenai
insentif
baru
dari
pesaing,
dan
informasi
tentang
peraturan
yang ditunda
seperti
Undang-Undang
tenaga
kerja atau perintah asuransi kesehatan.
Menurut
Dessler
(2004,
p14)
pelaksanaan
strategi
merupakan
inti
dari
peran
strategis
SDM,
dan
hal
tersebut
masuk
akal.
Strategi
fungsional sebuah
perusahaan
harus
mendukung strategi persaingannya. Jika perusahaan memiliki strategi kompetitif untuk
membedakan
dirinya
dengan
para pesaingnya
dalam
menawarkan
pelayanan
kepada
pelanggan yang superior, maka perusahaan akan membutuhkan karyawan yang
berkomitmen tinggi
untuk melaksanakan strategi
kompetitif
guna
memberikan
daya
saing
terhadap kompetitor.
|