|
69
Sedangkan menurut Ruky (2002, p210) pendekatan
penilaian kinerja berdasarkan
kajian
input-proses-output sebagai berikut.
1)
Kinerja berorientasi input.
Sistem ini merupakan cara tradisional yang menekankan pada pengukuran
atau penilaian
ciri-ciri
kepribadian
karyawan.
Karakteristik
yang banyak
dijadikan
objek
pengukuran
adalah
misalnya kejujuran,
ketaatan, disiplin,
loyalitas,
kreativitas, adaptasi, komitmen sopan santun dan lain-lain.
2)
Kinerja berorientasi proses.
Melalui sistem ini,
kinerja atas
prestasi karyawan
diukur
dengan cara menilai
sikap dan perilaku seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.
3)
Kinerja berorientasi output.
Sistem
ini
biasa
juga
disebut
sistem manajemen kinerja
yang berbasiskan
pencapaian
sasaran
kerja
individu.
Sistem
ini
memfokuskan
pada
hasil
yang
diperoleh
atau
dicapai
oleh
karyawan. Sistem
ini
berbasis
pada metode
manajemen
kinerja berbasiskan pada konsep manajemen berdasarkan sistem.
Sedangkan menurut Russell (2003, p135) ukuran-ukuran kinerja yaitu sebagai berikut :
1)
Quantity
of
Work
: jumlah kerja yang
dilakukan dalam suatu
periode
yang
ditentukan.
2)
Quality of Work
:
kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian
dan kesiapannya.
3)
Job Knowledge : luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan keterampilannya.
4)
Creativeness : keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan
untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.
5)
Cooperation : kesediaan untuk
bekerjasama dengan
orang lain atau sesama
anggota organisasi.
|